Opini

Ahok Bilang, "Jokowi" Lebih Kejam Kepada Musuhnya

Indah Pratiwi Budi - 12/04/2021 12:00
Oleh : Agung Wibawanto
FOKUS : Jokowi

Siapa yang tidak mengenal Soeharto? Mungkin mereka yang terlahir 90 an akhir hanya mengetahui sedikit, apalagi yang lahir th 2000-an. Selama 32 tahun berkuasa penuh atas segala apapun yang ada di atas dan di bawah bumi Indonesia. Berkuasa dalam artian sebenar-benarnya dan seluas-luasnya. Berkuasa dan menguasai. Di segala sektor terutama ekonomi dan bisnis.

Kelima anaknya terjun dan turut berkuasa mengeruk pundi-pundi dari hasil eksploitasi kekayaan alam Indonesia. Termasuk dana anggaran negara yang harusnya digunakan untuk membangun dan mensejahterakan rakyat Indonesia. 32 tahun itu sama dengan 6,5 kali periode pilpres. Jokowi baru diminta 3 periode saja sudah pada bingung. Rezim Suharto dikenal termasuk terlama dan juga sebagai terkorup di seluruh dunia.

Jangan pernah membayangkan seberapa tinggi tumpukan uang jika dikumpulkan dari seluruh anggota keluarga Cendana ini. Banyak sekali, hingga 7 turunan bahkan lebih tidak akan habis-habis. Paska lengsernya Suharto dan sebelumnya Tien Suharto terlebih dahulu meninggal, anak-anaknya sempat hidup bagai anak ayam kehilangan induknya. Bisnis kacau, keluarga berantakan.

Bahkan Tommy Suharto sempat menjadi residivis ditahan karena kasus pembunuhan. Setelah bebas th 2006, mereka, anak-anak Suharto masih sempat menikmati hidup dengan nyaman. Menghabiskan sisa kekayaan hingga mulai merintis bisnis baru. SBY saat itu sepertinya tidak berani mengutak-atik keluarga Cendana mengingat dulu ia sempat menjadi ajudan Suharto.

Mungkin ada rasa pekewuh. Namun sejak 2014, muncul seorang sosok yang sepertinya bakal sulit dikendalikan oleh keluarga Cendana. Bahkan selentingan ia berencana mengusik kekayaan keluarga Cendana. Tentu hal ini tidak bisa dibiarkan. Sosok ini tidak mempan disuap apalagi mau diatur-atur. Dialah Jokowi. Benar saja, bak seekor singa ia mengendap senyap untuk mendekati lawan dan kemudian menerkamnya.

2016 aset-aset yang dimiliki Cendana mulai diambil alih, dari Yayasan Supersemar dan Gedung Granadi disita negara. Jokowi beserta 'agen-agen' yang dimilikinya, seperti Sri Mulyani dan Retno Marsudi diminta Jokowi untuk terus melacak aset Cendana hingga di luar negeri (Bank Swiss). Nilai kekayaan tersebut disinyalir tidak main-main dan satu saat akan ditarik ke Indonesia.

Aksi Jokowi ini bukan tanpa alasan. Ia ingin kekayaan Indonesia yang dirampok dapat dikembalikan untuk membangun mensejahterakan rakyat. Alasan kedua sangat politis yakni ingin memiskinkan Cendana agar tidak lagi membuat kegaduhan. Dari sumber-sumber berita yang beredar dan sudah menjadi rahasia umum, bahwa Cendana adalah pihak di belakang setiap kegaduhan dan kerusuhan yang ada di Indonesia sejak pemerintahan Jokowi.

Untuk itu, Jokowi ingin memutus sumber pendanaan dari Cendana. Terkait pendanaan, sebenarnya ada pula tokoh lain yang juga dianggap di belakang layar kegaduhan, namun artikel ini khusus membahas Cendana. Beberapa kali usaha kegaduhan dilakukan namun selalu gagal, meski sudah menggunakan kekuatan ormas dan massa Islam garis keras. Termasuk pula Tommy Suharto harus membuat partai politik.

Namun semua tidak berjalan mulus. Bahkan semakin hari semakin terasa jika posisi mereka kian terjepit terpojok namun belum terjengkang saja. 5 bersaudara itu sampai bingung harus bagaimana menjinakkan Jokowi? Bambang Triatmojo dibuat tidak berkutik dicekal Menkeu dan harus melunasi utang negara sebesar Rp. 50 M. Ormas yang selama ini menjadi andalannya tumbang satu demi satu (HTI, FPI dan KAMI).

Bahkan tokoh utamanya, Rizieq Shihab, kini menjadi pesakitan di tahanan. Belum lagi keluarga Cendana harus menghadapi tuntutan perusahaan asal Singapura. Perusahaan asal Singapura, Mitora Pte Ltd diketahui tengah melakukan gugatan terhadap keluarga Presiden ke-2 Soeharto. Gugatan tersebut nilainya cukup besar yakni totalnya Rp 584 miliar.

Mitora pun juga meminta agar Museum Purna Bhakti Pertiwi yang berlokasi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) disita dalam proses tersebut. Gugatan terbaru ini masuk ke PN Jakarta Selatan. Padahal, Mitora sebelumnya melakukan gugatan lewat PN Jakarta Pusat, kala itu Mitora meminta pengadilan menyatakan sah dan berharga sita jaminan yang diletakkan pada sebidang tanah berikut dengan bangunan yang berdiri di atasnya.

"Beserta dengan seluruh isinya yang ada dan melekat serta menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan yang terletak di Jl Yusuf Adiwinata No. 14, Menteng, Jakarta Pusat," tulis petitum tersebut dikutip dari situs Sistem Penelusuran Perkasa PN Jakarta Selatan, Kamis (11/3/2021). Selain itu, Mitora juga meminta para tergugat secara tanggung renteng membayar kewajiban Rp 84 miliar, dan kerugian immateril sebesar Rp 500 miliar.

Gugatan ini diajukan pada Senin (8/3/2021), dengan nomor 146/Pdt.G/2021/PN Jkt.Pst. Lalu, ternyata ada gugatan terbarunya. Gugatan dilayangkan ke PN Jakarta Selatan bernomor 244/Pdt.G/2021/PN JKT.SEL. Ada enam pihak yang digugat Mitora, yakni ke Yayasan Purna Bhakti Pertiwi, Ny Siti Hardianti Hastuti Rukmana, Tn H. Bambang Trihatmojo, Ny Siti Hediati Hariyadi, Tn H Sigit Harjojudanto dan Ibu Siti Hutami Endang Adiningsih.

Entah kebetulan atau tidak, entah ini langkah catur yang tengah dimainkan Jokowi. Aset di TMII yang masuk dalam tuntutan gugatan tadi, segera diambil-alih oleh negara. Selama ini (44 th) meski statusnya milik negara namun dikelola oleh yayasan milik Cendana. Dengan begitu, Tommy dan saudara-saudaranya akan semakin bingung bagaimana memenuhi tuntutan perusahaan Singapura tersebut.

Saya kira, ini barulah sebagian saja dari langkah-langkah cerdas Jokowi mematikan gerak lawan. Kita tunggu saja kelanjutannya. Memang benar yang dikatakan Ahok, bahwa dalam menghadapi musuh, Jokowi lebih kejam ketimbang dirinya, "Kalau saya sekali tebas selesai, gak ada urusan. Tapi Jokowi lebih kejam. Musuh dimasukan panci yang penuh dengan air lalu dinyalakan api. Mati pelan-pelan, dong!"

Sumber : Status Facebook Agung Wibawanto

TAG TERKAIT :
Presiden Jokowi Jokowi Hebat Jokowi Orang Baik Jokowi Orang Hebat Jokowi Presiden Ku Jokowi Orang Jujur Jokowi Tegas Jokowi Rebut TMII dari Cendana

Berita Lainnya

Filsuf Dungu

Opini 17/05/2021 08:50