News

Jadi Faktor Penting Penetapan Awal Ramadhan, Ini Penjelasan Hilal Secara Ilmiah

Aisyah Isyana - 12/04/2021 20:27

Beritacenter.COM - Faktor penting dalam Sidang Isbat yang menjadi dasar penetapan awal Ramadhan 2021, yakni penampakan Hilal. Masih ada yang belum tahu apa yang dimaksud dengan Hilal tersebut. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) memberikan penjelasan terkait Hilal secara saintifik.

Prof Dr Thomas Djamaluddin, MSc, sebagaimana dilihat dan dirangkum dalam tulisannya yang menjelaskan soal Hilal untuk menentukan awal bulan hijriah. Secara singkatnya, hilal dapat dikatakan sebagai bulan sabit yang tampak, yang merupakan fenomena rukyat (observasi). Namun, terdapat juga ayat yang menegaskan bahwa manzilah-manzilah (termasuk manzilah soal hilal) bisa dihitung (hisab).

Baca juga :

"Jadi, rukyat dan hisab setara, bisa saling menggantikan atau saling melengkapi. Tanda-tanda awal bulan yang berupa hilal bisa dilihat dengan mata (rukyat) dan bisa juga dihitung (hisab) berdasarkan rumusan keteraturan fase-fase Bulan dan data-data rukyat sebelumnya tentang kemungkinan hilal bisa dirukyat," tulis Thomas dalam blognya.

Terdapat banyak cara yang dapat digunakan untuk menentukan hilal. Salah satunya dengan sekedar hisab Bulan wujud di atas ufuk (wujudul hilal). Meski begitu, Thomas mengaku tak menemukan ayang yang secara tegas dapat menjelaskan soal wujudul hilal.

"Ada yang berpendapat isyarat wujudul hilal itu ada di dalam QS 36:40," tuturnya.

Sementara soal penetuan awal bulan dengan melihat tanda-tanda pasang air laut, Thomas menilai hail itu tidak bisa dibenarkan. Menurutnya, pasang air laut memang dipengaruhi Bulan dan Matahari. Pasang air laut maksimum terjadi pada saat bulan baru. Namun, bulan baru bukan berati terlihatnya hilal. Terlebih, pasang maksimum yang terjadi 2 kali sehari tak bisa memberikan kepastian untuk menentukan awal bulannnya.

"Terkait dengan hilal, secara sains, astronomi hanya mendefinisikan newmoon/ijtimak dan mengkaji soal prasyarat visibilitas/ketampakan bulan sabit (crescent). Newmoon selalu muncul pada almanak astronomi," ujar Thomas.

"Visibilitas bulan sabit (Lunar crescent visibility) sering muncul di jurnal astronomi. Untuk menilai suatu konsep saintifik atau tidak, mudah saja. Lihat/browsing jurnal dan buku-buku teks standar astronomi, apakah konsep itu dibahas atau tidak," pungkasnya.

TAG TERKAIT :
Bulan Puasa Bulan Ramadhan Hilal Awal Ramadhan Sidang Isbat LAPAN

Berita Lainnya