Nasional

Simak ! Ini Bedanya Mudik dan Pulang Kampung Menurut Ahli Bahasa

Baharuddin Kamal - 14/04/2021 12:19
Ilustrasi.

Beritacenter.COM - Pemerintah resmi mengeluarkan larangan mudik pada tanggal 6-17 Mei 2021. Pada tahun lalu, mudik dilarang namun pulang kampung diperbolehkan.

Terkait hal itu, Guru Besar Linguistik dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Prof. Dr. Kisyani Laksono, M.Hum menyebutkan bahwa dua kata tersebut berbeda meski memiliki sinonim yang sama.

"Biarpun bersinonim, pulang kampung pengertiannya lebih luas daripada mudik," kata Prof Kisyani, Rabu (14/4/2021).

Kisyani mengatakan, kata pulang kampung memiliki pengertian yang luas dan bisa dilakukan kapan saja tanpa menunggu momen. Namun, mudik hanya dilakukan di tengah peringatan hari raya.

"Jika dilakukan pada hari raya keagamaan atau hari besar lainnya, digunakan istilah mudik atau sifatnya massal," tambah Prof Kisyani.

Dari segi sifat, Prof Kisyani menyebut pulang kampung bersifat individual.

"Pulang kampung juga menjadi istilah yang digunakan untuk kegiatan yang sifatnya individual atau tidak massal. Dalam KBBI, pulang kampung ditandai sebagai bahasa percakapan (cak)," imbuhnya.

Sementara itu, dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mudik adalah verba (berlayar, pergi) pergi ke udik (hulu sungai, pedalaman, serta pulang ke kampung halaman.

Secara denotatif, mudik artinya kembali ke istilah yang disepakati, seperti KBBI di atas. Secara konotatif, mudik diasosiasikan dengan tradisi untuk bertemu sanak saudara saat lebaran.

Sedangkan pulang kampung berdasarkan KBBI, adalah kembali ke kampung halaman. Terdapat kesamaan baik mudik dan pulang kampung yakni keduanya merupakan aktivitas untuk keluar rumah dan bertemu sanak famili atau saudara.

TAG TERKAIT :
Berita Center Mudik Mudik Lebaran Pulang Kampung Pandemi COVID-19 Larangan Mudik Ahli Bahasa

Berita Lainnya