Politik

Ajukan Gugatan soal Atribut PD, Kubu Moeldoko : Siapa Dia? AHY Ketum Jadi-jadian

Saya dan Ifan Pioh serta pendiri lain masih hidup loh. Karena itu, AHY ketum jadi-jadian tak bisa melarang pendiri soal penggunaan lambang Demokrat

Aisyah Isyana - 14/04/2021 21:35

Beritacenter.COM - Ketum Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menggugat mantan Ketua DPR Marzukie Alie dan beberapa orang lainnya agar tak menggunkan atribut PD. Menanggapi hal itu, Kubu Moeldoko yang menjadi tempat Marzuki bernaung mengaku heran dengan gugatan AHY.

"Siapa dia? SBY saja tidak bisa melarang. Apalagi AHY yang cuma ketum jadi-jadian," kata Hencky Luntungan kepada wartawan, Rabu (14/4/2021).

Baca juga :

Adapun Hencky Luntungan merupakan salah satu pendiri Partai Demokrat, yang juga penggagas kongres luas biasa (KLB) di Deli Serdang yang mengangkat Moeldoko sebagai Ketum. Namun, pemerintah telah menolak hasil KLB Kubu Moeldoko tersebut.

Dalam hal ini, Hencky bahkan menyebut dirinya yang membuat lambang Partai Demokrat. Hencky mengklaim membuat lambang Partai Demokrat bersama Irfan Pioh, yang juga tercatat sebagai pendiri.

"Lambang Partai Demokrat itu saya dan Ifan Pioh (pendiri nomor 30) yang buat di Graha Pratama lantai 11 Jakarta Selatan (kantor almarhum Ventje Rumangkang). Awalnya, almarhum Ventje meminta Steven Rumangkang (pendiri nomor 99) membuat lambang Partai Demokrat. Tapi sudah 1 minggu Steven tidak membuat lambang tersebut. Pada suatu sore, almarhum Ventje perintahkan saya dan Ifan Pioh membuat lambang Partai Demokrat," kata Hencky.

Menurutnya, dia bersama Ifan Pioh yang membuat logo, mulai dari bentuk hingga warna lambang PD. "Di ruang kerja Ifan Pioh lah kami mulai menggambar lambang bintang Mercy tersebut. Ifan gambar lambang bintang Mercy, saya tentukan warnanya," ujarnya.

"Saat menentukan warna lambang Demokrat, saya sempat berdebat kecil dengan Ifan. Itu warna biru kurang terang. Tapi Ifan bilang, karena ini di komputer nanti kalau di-print warnanya jadi hijau kata Ifan meyakinkan saya. Setelah jadi lambang itu kami serahkan ke almarhum Vence Rumangkang dan beliau memuji karya saya dan Ifan," sambungnya.

Atas dasar itu, Hencky mengaku heran kenapa AHY bisa sampai melarang penggunaan atribut oleh Marzukie Alie dkk. Menurutnya, AHY sama sekali tak berhak melarang soal penggunaan lambang demokrat.

"Saya dan Ifan Pioh serta pendiri lain masih hidup loh. Karena itu, AHY ketum jadi-jadian tak bisa melarang pendiri soal penggunaan lambang Demokrat," ujarnya.

Melansir dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jakpus, Rabu (14/4), gugatan itu didaftarkan ke PN Jakpus dan mengantongi nomor 236/Pdt.G/2021/PN Jkt.Pst. Duduk sebagai penggugat AHY dan Sekjen PD Teuku Riefky Harsya.

Pihak yang digugat ialah:

1. M Rahmad
2. Yus Sudarso
3. Syofwatillah Mohzaib
4. Max Sopacua
5. Achmad Yahya
6. Damizal
7. Marzuki Alie
8. Tri Julianto
9. Supandi Sugondo
10. Boyke Novrizan
11. Jhoni Allen Marbun
12. Aswin Ali Nasution

Adapun gugatan yang diminta adalah:

1. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya.

2. Menyatakan dan menetapkan Para Tergugat tidak memiliki dasar hukum (legal standing) untuk melaksanakan aktifitas apapun dengan mengatasnamakan Partai Demokrat dan Tindakan dimaksud dikualifikasi sebagai perbuatan melawan hukum, termasuk dan tidak terbatas hanya Kongres Luar Biasa Partai Demokrat, penggunaan segala atribut dan melakukan Tindakan lainnya yang seolah-olah mencitrakan Partai Demokrat yang sah.

TAG TERKAIT :
Politik Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono AHY Marzukie Alie Atribut Demokrat

Berita Lainnya