Nasional

Ini Kata BMKG Terkait Perbedaan Siklon Tropis Surigae dan Seroja...

Baharuddin Kamal - 15/04/2021 10:22
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati.

Beritacenter.COM - Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan bahwa saat ini siklon tropis di Utara Papua telah berkembang menjadi Siklon Tropis Surigae yang bergerak ke arah barat laut mendekati wilayah Filipina.

“Siklon Tropis Surigae ini bahasa jepang karena saat ini sudah masuk wilayah pengamatan Japan Meteorological Agency,” ungkap Dwikorita Karnawati dari laman media sosial resmi BMKG, Kamis (15/4/2021).

Dia menyebutkan, secara tidak langsung nanti akan ada beberapa wilayah yang berpotensi terdampak siklon tersebut, salah satunya yakni Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.

“Dampaknya intensitas hujan sedang hingga lebat disertai kilat dan petir serta angin kencang. Dan juga gelombang tinggi,” papar Dwikorita.

Selain itu, dia juga turut menjelaskan perbedaan antara Siklon Tropis Surigae ini dengan Siklon Tropis Seroja yang melanda Nusa Tenggara Timur beberapa waktu lalu.

"Siklon Tropis Surigae berbeda dampaknya dengan Seroja. Karena Seroja itu terbentuk masuk ke wilayah daratan atau pulau di wilayah Indonesia. Posisinya benar-benar di pulau itu di Indonesia,” ungkap Dwikorita.

Dwikorita menjelaskan bahwa Siklon Tropis Surigae terbentuk jauh di wilayah Indonesia. “Kalau Surigae ini terbentuknya jauh di wilayah Indonesia. Jadi dampak yang disebutkan adalah dampak tidak langsung. Sehingga, intensitasnya tidak akan sekuat dengan siklon tropis Seroja,” paparnya.

Dia menegaskan bahwa pihaknya akan mengikuti terus perkembangan Siklon Tropis Surigae ini. “Nah ini akan kami sampaikan sampai tiga hari ke depan kalau ada perkembangan akan kami update lagi,” ujarnya.

Secara, lanjut Dwikorita, karakteristik Siklon Tropis Seroja dan Surigae cukup sama. “Munculnya bibit siklon apapun yang membentuk baik Seroja dan Surigae ini terutama karena meningkatkan suhu muka air laut,” ucapnya.

Apalagi, kata Dwikorita, di wilayah Indonesia saat ini sudah semakin hangat, suhu muka air laut sudah mencapai 30 derajat celcius.

“Dan inilah yang menyebabkan low pressure area atau area yang tekanan rendah, jauh lebih rendah dari tekanan area di sekitarnya. Sehingga terjadilah aliran udara serkuler di sekitar tekanan rendah tersebut. Itu terutama penyebabnya,” katanya.

TAG TERKAIT :
Berita Center BMKG Siklon Tropis Seroja Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. Siklon Tropis Surigae

Berita Lainnya