Ekonomi

Ramadhan Bulan Gotong-Royong

Indah Pratiwi - 15/04/2021 15:37

Selasa, (13/4/2021) kita menjalankan ibadah puasa Ramadhan kedua di tengah pandemi. Pandemi Covid-19 yang bermula dari Wuhan satu tahun yang lalu telah membawa dampak tersendiri, tak terkecuali bagi umat Islam. Bagimana tidak? Sebab, pandemi kita tidak lagi dapat menjalankan aktivitas ramadhan dengan semestinya, shalat tarawih berjama’ah, shalat ‘ied, mudik, dan silaturahim antar keluarga. Tentu, kenyataan ini merupakan cobaan yang sangat berat.

Memang, pandemi telah mengajarkan kita, tentang betapa pentingnya kesehatan. Pun, membangkitkan kembali solidaritas antar sesama. Dan solidaritas antar sesama ini, tentu dapat menambah benih-benih keberkahan di tengah ibadah kita di bulan yang suci. Pada dasarnya, setiap ibadah dalam agama Islam selalu mengandung dimensi ketuhanan dan kemanusiaan. Begitu pula dengan ibadah puasa di bulan Ramdan, yang mengandung dimensi ketuhanan dan kemanusiaan yang berkaitan dengan sikap solidaritas, yang dalam bahasa kita dikenal dengan gotong-royong.

Setiap agama-agama samawi memberikan doktrin untuk kebaikan dan perbaikan bagi pemeluknya melalui ajaran dan ritual tertentu. Begitu juga Islam sebagai bagian dari agama tersebut memberikan doktrin urgensinya harmoni dalam setiap tatanan yang dibangun dalam setiap sendi kehidupan sosial. Doktrin spesial langsung dari Tuhan sebagai ajaran serta ritual khusus adalah puasa bulan Ramadan. Melalui ritual puasa Ramadan tuhan memberikan peringkat derajat kemuliaan dan terhapusnya kesalahan dan dosa manusia, yakni predikat muttaqin.

Kewajiban berpuasa bagi umat muslim saat bulan Ramadan bukan tanpa alasan. Allah memprioritaskan ibadah puasa sebagai ibadah yang konsekuensi pahalanya langsung dalam urusan Allah pribadi. Rasulullah SAW bersabda, “,,,puasa itu untuk saya dan akulah yang membalasnya (HR. Bukhari Muslim).

Ditetapkannya Ramadan sebagai bulan puasa bagi umat Islam bermakna Ramadan sebagai bulan yang penuh berkah bagi kemanusiaan. Puasa sebagai ibadah yang membentuk serta melahirkan sikap mental dan karakter manusia menjadi baik berbuat kebaikan pada sisi tertentu sekaligus mampu melakukan perbaikan sesama pada sisi yang lain.

Ramadan bagi umat Islam di Indonesia bukan sekadar ibadah, tetapi juga momentum untuk menjalin silaturahmi. Sistem kekerabatan yang begitu kental di hampir seluruh wilayah Indonesia semakin membuat bulan Ramadan menjadi istimewa. Seperti, setiap keluarga mempersiapkan buka puasa bersama untuk mempererat tali persaudaraan. Saat itulah setiap keluarga menjalin erat tali kekeluargaannya. Saat itulah setiap keluarga mempersiapkan diri untuk kembali ke tanah kelahiran, berkumpul bersama keluarga, mengukuhkan kembali akar kemanusiaannya, dari mana dia berasal.

Pandemi yang terjadi dua tahun terakhir, memang menjadi penghalang untuk kita menjalankan rutinitas Ramadhan setiap tahun. Namun, bagaimanapun juga semangat gotong-royong dan silaturahim Ramadhan harus tetap terjaga dan lestari. Ramadhan harus menjadi momentum kita, tidak saja untuk ibadah pribadi, tetapi juga saling berbagi.

Banyak masyarakat yang terimbas pandemi, seperti hilangnya pekerjaan dan meningkatnya pengangguran. Oleh karena itu, tugas kita yang masih dapat bertahan di tengah pandemi untuk bisa membantu orang-orang disekeliling kita yang kekurangan. Allah berfirman, “dan tolong-menolong lah kamu dalam kebaikan dan ketakwaan. Dan janganlah tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwa lah kamu kepada Allah, sesungguhnya siksa Allah sangat berat”, (QS. al-Maidah: 2). Sebab, bertahan di tengah pandemi adalah keniscayaan.

TAG TERKAIT :
Bulan Puasa Puasa Puasa ramadhan Puasa Ramadhan 2021

Berita Lainnya