News

Polda Sumsel Pastikan Penganiaya Perawat RS Siloam Hanya Ngaku-ngaku Polisi

Aisyah Isyana - 16/04/2021 22:40

Beritacenter.COM - Media sosial tengah dihebohkan dengan viral video keluarga pasien menganiaya perawat RS Siloam, Palembang. Penganiaya perawat itu juga sempat mengaku sebagai polisi, namun ternyata tidak benar adanya.

"Tidak betul (pelaku anggota Polri). Pelaku itu ngaku-ngaku sebagai anggota Polri," ujar Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri saat dihubungi, Jumat (16/4/2021).

Baca juga : Perawat RS Siloam Dianiaya Keluarga Pasien, Baru Berhenti Setelah Ditegor Polisi

Menurutnya, anggota Polri di lokasi justru yang melerai dan mencegah aksi penganiayaan pelaku. Polisi itu kebetulan berada di lokasi karena keluarganya juga dirawat di rumah sakit tersebut.

"Anggota Polri yang melerai dan melarang untuk melakukan aniaya. Keluarga pasien yang kebetulan di TKP, pasien lain," jelas Eko.

Sementara itu, pihak Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang sangat menyesalkan terjadinya aksi penganiayaan terhadap perawat Christina Remauli (27). Terlebih, aksi penganiayaan itu membuat Christina mengalami memar di wajah dan diperut.

"Kejadian penganiayaan ini semestinya tidak perlu terjadi. Kami, manajemen RS Siloam sangat menyesali perbuatan pelaku, karena kami sudah berusaha memberikan pelayanan terbaik untuk pasien yang dirawat," ujar Direktur Keperawatan Rumah Sakit Siloam Sriwijaya, Tata, saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (16/4/2021).

Aksi penganiayaan itu bermula saat anak pelaku yang sempat dirawat, diperbolehkan pulang sekira pukul 11.00 WIB, Kamis (15/4). Korban pun berupaya untuk mencabut selang infus dengan hati-hati.

"Dikarenakan pasien merupakan anak pelaku dan masih berusia dua tahun, sedang aktif-aktifnya, kita berhati-hati untuk mencabut selang infus," imbuhnya.

Nahasnya, hal yang tak diinginkan pun terjadi. Saat itu, ibu pasien menggendong pasien hingga tangannya mengeluarkan darah. Mendapati hal itu, perawat langung sigap mengentikan darah ditangan pasien.

"Melihat itu, perawat kami langsung mengganti plester yang berdarah, sembari menghentikan darah di tangan pasien. Saat kejadian pelaku tidak berada di lokasi," bebernya.

Pelaku pun datang dan memanggil perawat itu sekira pukul 14.00 WIB. Pelaku sempat bertanya ke perawat itu prihal anaknya. Namun, pelaku seketika menampar wajah perawat itu saat dia bahkan belum memberi penjelasan.

"Ketika menemui pelaku, kami datang bertiga. Memang dia menyuruh yang tidak berkepentingan disuruh keluar, namun kami menolak karena kami yang bertanggung jawab, baik terhadap pasien dan perawat. Pelaku melontarkan pertanyaan, belum sempat dijawab dia langsung menampar wajah perawat kami," jelasnya.

Parahnya, pelaku memaksa korban untuk bersujud meminta maaf. Disaat yang bersamaan, pelaku juga dengan teganya menendang perut korban.

"Pelaku juga memaksa perawat kamu bersujud meminta maaf, di saat itu juga dia menendang perut perawat kami. Melihat kejadian tersebut kami sempat menghalangi dan melerai, namun pelaku justru menarik rambut korban. Hingga petugas keamanan RS pun berdatangan dan mengamankan korban karena terluka dan memar," ujar Tata.

TAG TERKAIT :
Penganiayaan Palembang Berita Kriminal Indonesia Viral Medsos RS Siloam Sriwijaya

Berita Lainnya