News

Ditreskrimsus Polda Bali Tetapkan 3 Petinggi PT Pelindo Jadi Tersangka Penggelapan Dana Regas LNG di Bali

Baharuddin Kamal - 20/04/2021 22:30
Dirreskrimsus Polda Bali Kombes Yuliar Kus Nugroho.

Beritacenter.COM - Tiga pejabat di PT Pelindo III ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan penggelapan dana regas atas proyek liquefied natural gas (LNG). Proyek tersebut diketahui berada di dermaga selatan Jalan Pelabuhan Benoa, Kelurahan Pedungan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar.

"(Mereka ditetapkan tersangka) dari 31 Maret (2021)," kata Dirreskrimsus Polda Bali Kombes Yuliar Kus Nugroho saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Selasa (20/4/2021).

Yuliar mengungkapkan, ketiga tersangka itu yakni berinisial KS yang diketahui merupakan Direktur Teknik PT Pelindo III, WS yang menjabat sebagai Direktur Utama PT PEL dan IB selaku General Manager (GM) PT PEL Regional Bali Nusra.

Dia menerangkan, dalam kasus tersebut ketiganya diduga bekerja sama dalam pengembangan tenaga listrik dengan sistem LNG. Dalam perjanjiannya, PT BGT membangun kapal Lumbung Dewata yang digunakan sebagai tempat penyimpanan gas dan masuk dalam proses tegas.

Lalu, pada 2017 kapal tersebut dilunasi oleh PT PEL. Begitu kapal dilunasi, mereka membuat adendum. Dalam adendum ditegaskan bahwa meskipun kapal dilunasi, tetapi regas tetap dilaksanakan oleh PT BGT.

Proses perjanjian tersebut mulanya tak ada masalah. Namun, pada 2019 IB selaku General Manager (GM) PT PEL Regional Bali Nusra mengeluarkan surat untuk mengambil alih Kapal Lumbung Dewata dengan alasan akan ada pergantian kru. Saat itu, KS masih menjabat sebagai Direktur PT PEL.

"Karena menurut PEL ada alasan pergantian kru sehingga nanti menghalangi untuk proses itu (regas), tiba-tiba 100 persen dibilang FOU ini miliknya PEL, kemudian diambil alih untuk regasnya juga. Otomatis mereka kan merasa dirugikan di situ. Karena di situ (proses regas) ada suatu hasil yang didapatkan," terang Kombes Yuliar.

Saat proses regas dilakukan oleh PT BGT, keuntungan yang berhasil didapatkan dari proses regas itu berkisar antara Rp 1 miliar sampai Rp 2 miliar. Sejak diambil alih mulai dari 2019, sampai dengan saat sudah terhitung hampir 22 bulan. Karena itu, jika dihitung PT BGT hingga saat ini sudah mengalami kerugian sekitar Rp 40 miliar.

Sementara itu, WS yang menjabat sebagai Direktur Utama PT PEL dalam perkara ini menyalahgunakan vaporizer yang dimiliki oleh PT BGT. Vaporizer tersebut stikernya diganti dan dipindahkan ke suatu FIU di bawah kendali PT PEL. PT BGT pun merasa keberatan terhadap hal tersebut.

Ketiga tersangka dijerat Pasal 372 KUHP jucto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP. Polda Bali masih mengembangkan kasus tersebut. Ketiga tersangka juga saat ini belum ditahan.

"Kalau umpanya dalam pengembangan ada yang menerima aliran dananya tidak menutupkemungkinan (ada tersangka baru)," terang Kombes Yuliar.

TAG TERKAIT :
Polda Bali Berita Center PT Pelindo III

Berita Lainnya