News

Habib Rizieq Tuding Jaksa Giring Para Saksi Sebut Dirinya Bohong soal Test COVID-19

Aisyah Isyana - 21/04/2021 19:41

Beritacenter.COM - Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jalan Dr Sumarno, Cakung, Jaktim, Rabu (21/4/2021), Habib Rizieq Shihab (HRS) menuding jaksa penuntut umum (JPU) hendak mengarahkan saksi bahwa dia melakukan kebohongan.

Jaksa awalnya memutar bukti video Habib Rizieq saat tengah makan bersama keluarganya di ruang 502 RS Ummi, rumah sakit tempatnya dirawat. Selanjutnya, Jaksa mencecar saksi dokter spesialis penyakit dalam RS ummi, dr Nerina Mayakartifa, dan dokter spesialis patologi klinik RSCM, dr Nuri Dyah, dengan pertanyaan soal boleh tidaknya makan bersama dengan pasien yang sudah terindikasi reaktif COVID-19, dari test rapid antigen.

Baca juga :

"Apakah secara keilmuan, apakah pasien walau dinyatakan reaktif dibenarkan makan bersama walau hasilnya baru reaktif?" tanya jaksa.

Mendapat pertanyaan itu, dr Nurina menjawa jika hal itu tidak dapat dibenarkan. "Menurut pendapat saya tidak," ujar dr Nurina.

Menurutnya, seseorang yang baru dinyatakan reaktif COVID-19 tidak dibenarkan untuk makan bersama, sebagaimana yang dilakukan Habib Rizieq dalam bukti video yang diputar Jaksa. Namun. dr Nuri justru memiliki pendapat yang berbeda.

"Memang rapid antigen pada bulan November belum ada aturan pemerintah yang mengatakan kalau rapid antigen harus seperti apa alurnya, yang ada baru yang ada hasil swab PCR. Rapid antigen itu baru keluar KMK menteri baru bulan Maret 2021," jelasnya dr Nuri.

Dalam hal ini, dr Nuri berpendapat jika seseorang terkonfirmasi reaktif dari rapid antigen, maka yang bersangkutan harus lanjut mengikuti tes swab PCR. Hal itu dilakukan untuk memastikan kebenaran dari hasil reaktif tersebut.

"Pemeriksaan rapid antigen positif belum tentu positif, bisa saja false positive, dan dia harus dilanjutkan swab PCR. Jadi saya tidak bisa menjawab apakah boleh (makan bersama)," ujarnya.

Sementara terkait video yang ditayangkan Jaksa, Habib Rizieq menuding pertanyaan Jaksa hendak mengarahkan saksi. Menurutnya, Jaksa berupaya menggiring saksi jika dirinya telah berbohong terkait hasil tes COVID-19.

"Film yang ditunjukkan jaksa tadi ingin menggiring para saksi kalau saya berbohong, bahwa saya sudah tahu (terkena) COVID dikasih tahu dokter, kemudian saya berbohong," jelasnya.

Pada persidangan hari ini, duduk sebagai terdakwa, yakni Habib Rizieq, Hanif Alatas, dan dr Andi Tatat. Dalam kasus di RS Ummi, Habib Rizieq didakwa telah menyebarkan berita bohong terkait hasil tes swab.

Dalam hal ini, Jaksa menilai perbuatan Habib Rizieq telah menimbulkan kegaduhan dan keonaran di masyarakat. Atas perbuatannya, Habib Habib Rizieq dijerat pasal berlapis. Adapun pasa yang menjerat Habib Rizieq dalam kasus tes swab RS Ummi, yakni :

Pertama primer: Pasal 14 ayat (1) UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP
Subsider: Pasal 14 ayat (2) UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP
Lebih subsider: Pasal 15 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, atau
Kedua: Pasal 14 ayat (1) UU RI Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, atau
Ketiga: Pasal 216 ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

TAG TERKAIT :
Habib Rizieq Habib Rizieq Shihab PN Jakarta Timur RS UMMI Kasus Swab Test Habib Rizieq

Berita Lainnya