Opini

JOKOWI HRS BERKACA KE JAKARTA

Indah Pratiwi - 30/04/2021 16:00

Kita lepaskan sebentar urusan Munarman, biarkan dia diurus densus. Apakah Munarman hanya riak, atau benar penggerak dgn persiapan dana besar dari Bohir yg terus mondar mandir mikir utk kembali hadir dgn target Indonesia menjadi fakir.

Seiiring di tangkapnya Munarman kita juga dikasi tontonan memuakkan dari partai gurem yg mulai mendhem. PD ketemu PKS, juga PKS ketemu sekjen PDIP, PKS mesra dgn PKB. Esok entah apa lagi yg mau mereka pertontonkan.

PKS adalah partai yg pernah tidak mau menerima Pancsila, entah sekarang, apakah mereka sudah siuman, atau tetap jd siluman dan pura2 mau bermesraan bak pelacur ketuaan.

Sudah lama memang kita mendengar, bhw tidak ada lawan dan kawan abadi di dalam politik, yg ada adalah kepentingan abadi.

Mazhab ini sudah bgt di pahami semua politikus, makanya kawan saya bilang, kalau mau jadi politikus pertama2 hrs jadi orang munafik, kemudian ketingkat yg lebih tinggi, fasik. Walau TDK semua tapi mayoritasnya begitu.

Manuver2 murahan menjelang pemilu kerap terjadi, oposisi jd koalisi dan sebaliknya lumrah terjadi karena yg mereka hitung adalah kenaikan jumlah kuantitas kursi bukan kualitas mengabdi.

Kondisi inilah yg membuat kita gamang melepas Jokowi, gaung Jokowi3x mulai menggema dimana2 pendukung Jokowi yg memberikan suara pada pilpres 2019 sebanyak 86 juta dapat dipastikan mendukungnya. Karena semuanya mempunyai pemikiran yg sama, belum ada pengganti yg mumpuni. Dan memang belum kelihatan calon pengganti.

Banyak pihak menyangsikan dan sulit mewujudkan mengamandemen UU. Saya berpikir optimis saja bahwa wakil rakyat di Senayan itu gimana rakyat punya mau, keculai partai mayoritas punya agenda sendiri, sehingga Jokowi di korbankan demi ambisi dinasti.

Jokowi sendiri juga tidak bisa mengatakan seolah di jerumuskan dan menolak gagasan 3x. Terlalu naif kalau Jokowi yg pernah membangun Jakarta dan meninggalkannya, la ndilalah gantinya orang salah, akhirnya Jakarta terbelah, pembangunannya tak pernah ada, rusak semua, termasuk akhlaknya orang Balai Kota.

Apakah Jokowi mau mengulang seperti Jakarta dgn skala nasional merusak Indonesia. Mestinya bukan itu tipikalnya. Seorang pengabdi tidak akan merusak ibu Pertiwi.

So, mari terus gaungkan agar Jokowi 3x. Jangan coba berpikir mencari pengganti, karena saat ini tidak ada yg berkompeten, kalau yg kepengen banyak. Jangan sampai kita kembali ke titik nol, biarkanlah Jakarta yg dikasi DP nol, dan pelunasannya nol besar.

Kondisi Jakarta ancur2an, eh Gubernurnya tidur di kuburan, apa Indonesia mau dikubur oleh orang2 sekelas mereka, yg nyaris semua tak bisa tapi maksa.

Produk UU harusnya utk kebaikan, sehingga dia tidak rigid. Bila UU sebagai ruh kebaikan maka dia hrs memihak kebaikan. Jangan justru dibuat sebagai alat yg digunakan utk keburukan.

Kebayang saat ini bak musang di pintu kandang ayam, capres yg ngences mau menerkam kursi presiden karena dilindungi UU dgn alasan masa priode dibatasi. Bagaimana logika kita menerima sebuah kebaikan dihentikan oleh beberapa suku kata yg bisa menghentikannya. Sementara tidak satupun calon pengganti bisa mendekati kinerja dan pengabdian Jokowi.
Ah..entahlah..

TAG TERKAIT :
Jokowi Lagi Jokowi Orang Baik Jokowi Orang Hebat Jokowi Presiden Ku Jokowi Orang Jujur Pilpres 2024 Jokowi Orang Tegas Jokowi 3 Periode Jokowi Tiga Periode

Berita Lainnya

AHOK LAGI

Opini 17/06/2021 17:00

DUH NEGARAKU...

Opini 16/06/2021 19:00

Siasat Prabowo

Opini 16/06/2021 16:00