Kriminal

Modus Transfer Ilmu, Pria Kebumen Ngaku Ketururunan Majapahit Cabuli Gadis Dibawa Umur

Aisyah Isyana - 02/05/2021 21:22

Beritacenter.COM - Modus mengaku bisa mentransfer ilmu, pria di Kebumen, Jawa Tengah, malah mencabuli gadis dibawah umur. Guna mengelabui korbannya, tersangka bahkan mengaku sebagai titisan Mbah Bondan yang masih keturunan Kerjaan Majapahit.

Pria berinisial AM (40) itu merupakan warga Kecamatan Puring, Kebumen. AM melakukan pencabulan terhadap empat gadis yang menjalani pengobatan alternatif kepadanya. Namun, bukannya mendapat pengobatan, korban malah diperlakukan tak senonoh oleh pelaku.

Baca juga :

"Bukannya diobati, para korban yang masih gadis ting-ting itu justru mendapatkan perlakuan yang tidak semestinya (dicabuli). Sampai saat ini baru 4 korban yang sudah melaporkan. Mereka yang melaporkan adalah gadis yang masih di bawah umur," ujar Kasat Reskrim Polres Kebumen, AKP Afiditya saat menggelar pers rilis di Mapolres Kebumen, Miinggu (2/5/2021).

Aksi bejad pelaku mencabuli korban dilakukan dirumanya sejak 2017 lalu. Guna memperdayai korbannya, pelaku mengaku bisa mentransfer ilmu hikmah yang disebut didapatnya dari Kerjaan Majapahit.

"Tersangka mengaku bisa mentransfer ilmu hikmah. Para korban yang ingin memiliki kekuatan itu percaya sehingga bisa memiliki prestasi lebih, misal dalam hal olahraga," jelasnya.

Korban yang sudah tak tahan dengan aksi cabul pelaku, akhirnya menceritakan apa yang menimpanya kepada keluarganya. Kasus itu kemudian dilaporkan ke polisi dan pelaku langsung dibeku di kediamannya, Selasa (20/4) lalu.

Kepada polisi, tersangka yang sudah berkeluarga itu tbersikukuh menyebut dirinya sebagai titisan Mbah Bodan yang memiliki 11 istri yang memiliki gelar dewi dan merupakan keturunan Kerajaan Majapahit. AM mengaku sudah mendapat ilmu hikmah itu sejak 10 tahun yang lalu karena berguru dengan seseorang.

"Saya masih keturunan Mbah Bondan dan masih keturunan Majapahit. Saya dapat ilmu hikmah sejak 10 tahun yang lalu," jelas tersangka.

Polisi turut mengamankan barang bukti dalam kasus ini, yakni berupa pakaian korban. Guna menpertanggung jawabkan perbuatannya.tersangka dijerat dengan Pasal 82 (2) UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan Pemerintah pengganti Undang-Undang No.1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara serta denda paling banyak Rp 5 Miliar.

TAG TERKAIT :
Dukun cabul Pencabulan Berita Kriminal Indonesia Kebumen Majapahit

Berita Lainnya