Opini

Munarman dan Politik

Indah Pratiwi - 03/05/2021 13:39
Ditulis Oleh : Erizeli Jelly Bandaro

Ketika Munarman ditangkap yang bersuara miring adalah Fadli Zon, anggota MUI KH Muhyiddin Junaidi, Amnesty International Indonesia. Sementara partai Islam seperti PKS, PAN lebih meminta agar proses pengadilan Munarman dilakukan secara terbuka dan profesional. Yang menarik partai yang diuntungkan oleh keterlibatan FPI waktu pemilu 2019 dan Pilkada DKI seperti Gerindra. Tidak bersuara kecuali pribadi Fadli Zon. Itupun dia mengatasnamakan anggota DPR, bukan partai Gerindra. Suara JK tidak terdengar.

Saya tidak mau bahas soal hukum karena Munarman sudah ditangani oleh aparat hukum. Saya akan coba meninjau dari segi politik saja. Munarman memang punya jaringan luas dengan organisasi Islam radikal di Indonesia. Dia dianggap sebagai pakar Kontra intelijen yang menjadikan aksi teroris sebagai mesin politik negara untuk mencapai tujuan tertentu. Terutama perang asimetrik. Secara tidak langsung dia sangat ahli memanfaatkan radikalisme untuk kepentingan politik di Indonesia dan sekaligus dapatkan uang mudah.

Atau kalau boleh disebut, dia hanya broker ke kalangan radikal yang siap melalukan apa saja sesuai pesanan politik. Sejak Munarman bergabung di FPI, seakan FPI itu jadi gateway politisi untuk menggerakan mesin politik identitas dengan cara radikal. Gerindra terbukti sukses menang dalam Pilgub DKI. Itu berkat dukungan FPI yang mengkoordinir seluruh jaringan islam radikal dalam aksi 411 dan 212. Terjadinya polarisasi politik dalam Pilpres 2019 , itu disebabkan dukungan Alumni 212 yang merupakan aliansi islam radikal dibawah koordinasi FPI.

Keberhasilan menjatuhkan Ahok, seakan menguatkan hipotesis menjadi keyakinan bahwa persatuan umat islam bisa menguasai politik negeri ini. Dan FPI yakin bahwa semua elite politik tergantung kepada mereka. Tapi pada waktu bersamaan, kelompok Islam melihat FPI tidak sepenuhnya berada digaris depan. Seakan FPI bermain mata dengan pemerintah. Untuk membangun keyakinan itulah FPI harus mandi benar benar basah. itu bisa dilihat mereka tidak mau mengubah AD/ART nya. Karena kalau diubah, FPI tidak lagi punya akses ke islam radikal. Tamatlah FPI. Sumber daya jadi hilang.

Jadi masalah FPI dan Munarman, memang hanya bisnis. Tidak ada agenda mereka mau mendirikan negara islam atau khilafah. Mereka hanya jadikan FPI sebagai sumber daya politik dan sekaligus dapat uang mudah. Saya yakin data PPATK sudah dikantongi Polisi. Pasti sudah ada data siapa buyer jasa FPI. Secara yuridis formil sulit membuktikan Munarman dan FPI dalam aksi teroris. Mereka memang ahli berkelit secara hukum dengan memastikan fakta yuridis formil memang mereka tidak terkait dengan aksi teroris.

Tetapi 19 anggota FPI yang ditangkap dalam kasus dugaan terorisme adalah fakta hukum yang bisa menjadikan Munarman pesakitan. Belum lagi bukti aliran rekening FPI yang ditemukan PPATK. Kasus Munarman dan FPI menutup lembaran politik identitas secara apocalipse karena sumber daya sudah habis. Jadi, sangat kecil kemungkinan ANies bisa menang Pilpres 2024.

 

TAG TERKAIT :
Munarman Video Balada Cinta Munarman Munarman Check In Hotel Video Munarman Check In Hotel 20 Jam Munarman Dikamar Hotel Dengan Wanita

Berita Lainnya

AHOK LAGI

Opini 17/06/2021 17:00

DUH NEGARAKU...

Opini 16/06/2021 19:00

Siasat Prabowo

Opini 16/06/2021 16:00