Kriminal

Investasi Bodong Ibu Rumah Tangga di Banyuwangi, Tipu Warga Kampung Hingga 1 Miliar

Aisyah Isyana - 04/05/2021 21:56

Beritacenter.COM - Diduga telah melakukan penipuan terkait investasi bodong, ibu rumah tangga di Banyuwangi dilaporkan polisi. Ibu rumah tangga berinisial ZS (25) itu disebut telah menipu warga sekampung dan membawa kabur uang warga mencapai Rp1 miliar.

"Inisial ZS resmi ditetapkan sebagai tersangka atas kasus investasi bodong ini. Saat ini tim Satreskrim terus mendalami, apakah masih ada korban lagi ataupun tersangka lainnya," kata Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifuddin kepada wartawan, Selasa (4/5/2021).

Baca juga :

Saat ini, polisi telah menetapkan tersangka terhadap warga Kelurahan Lateng, Banyuwangi itu dan menahannya terkait dugaan kasus penipuan dan penggelapan. Tersangka ditahan di Rumah Tahanan Polresta Banyiwangi.

"Kita tahan di Mapolresta Banyuwangi," tambahnya.

Heboh kasus penipuan ini bermula saat korban Indah Dwi Juliyanti (21) melapor ke polisi, pada April 2021 lalu. Indah yang merupakan tetangga pelaku merasa tertipu usai menginventasikan uangnya pada bisnis yang digeluti tersangka ZS.

"Berawal dari laporan warga kemudian kita menemukan beberapa bukti materiil di mana ada keganjilan dalam kegiatan investasi tersebut," jelas Arman.

Terkait kasus ini, Arman menyebut pihak Polresta Banyuwangi telah membuka posko pengaduan untuk para korban investasi bodong tersebut. Sejauh ini, sudah ada total 25 orang yang datang dan mengaku telah menjadi korban dari bisnis ilegal yang dijalnkan ZS.

"Dalam bisnis ini, tersangka ZS telah melakukan mapping dan mengkonsolidasikan orang di dalam 260 kelompok, dalam grup WhatsApp," jelasnya.

Grup-grup WhatsApp itu dikategorikan berdasarkan dengan jumlah dana yang telah korban investasikan ke pelaku. Pasalnya, jumlah dana yang diinvestasikan akan beda nilai keuntungannya dan jangka waktu pemberian nilai keuntungannya. Sebut contoh, dana Rp100 ribu dalam lima hari akan dinjanjikan untung menjadi Rp150 ribu.

Lebih lanjut, Arman menyebut sejumlah korban penipuan investasi bodong ini sudah pernah mendapat pencairan keuntungan, namun rata-rata mereka kembali menginvestasikan uang yang mereka dapat. Namun, akhirnya pelaku sudah tak dapat membayarkan keuntuangan dana yang diinvestasikan para korban.

"Total dugaan kerugian mencapai sekitar Rp 1 miliar," jelasnya.

Polisi turut mengamankan barang bukti dalam kasus ini, yakni berupa 9 buku tabungan, uang tunai senilai Rp 45 juta, 41 lembar print out rekening tabungan, 9 lembar print out rekening. Polisi juga menyita barang-barang yang diduga dibeli dari hasil uang investasi para korban, yakni seperti satu set kursi dan meja kaca, 4 kursi kasir, satu etalase, satu unit ac, satu unit kulkas dan satu unit TV.

"Sementara masih dalam pengembangan berikutnya. Masih bisa ada tersangka lain," tegasnya.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang Penipuan sub pasal 372 KUHP tentang penggelapan. Dalam pemeriksaan tersangka mengakui perbuatannya dan menyadari kesalahan yang diperbuatnya.

TAG TERKAIT :
Penipuan Berita Kriminal Indonesia Penggelapan Polres Banyuwangi Investasi Bodong\

Berita Lainnya