Kriminal

Biadab !!! Seorang Dosen di Jember Cabuli Keponakan

Dewi Sari - 07/05/2021 10:15

Beritacenter.COM - Seorang dosen FSIP salah satu perguruan tinggi negeri (PTN) di Kabupaten Jember, Jawa Timur berinisal RH ditangkap polisi karena mencabuli keponakanya sendiri. SH dikenakan penutup kepala saat dipertunjukkan dalam jumpa pers yang digelar di Mapolres Jember, Kamis (6/5). Sebelumnya, pada Rabu (5/5), RH mulai menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka secara maraton.

"Ditahannya sejak tadi malam setelah menjalani pemeriksaan, ditahan karena dua alat bukti sebagai syarat minimal sesuai KUHP dinyatakan sah. Yakni baju tidur korban, dan rekaman percakapan antara korban dan tersangka," kata Wakapolres Jember Kompol Kadek Ary Mahardika saat jumpa pers di Mapolres Jember.

RH melakukan aksi bejatnya sebanyak dua kali pada akhir tahun 2020 lalu di kediamannya. Korban adalah keponakannya sendiri yang masih berusia 16 tahun. Terungkapnya kasus ini berawal dari laporan korban kepada ibu kandungnya yang tinggal terpisah.

Modus yang digunakan pelaku yakni berpura-pura menyebut bahwa korban menderita kanker payudara dan menawarkan pengobatannya. Meski tawaran itu telah ditolak oleh korban, namun pelaku tetap memaksanya.

"Lokasi peristiwa adalah di rumah pelaku," tutur Kadek.

Peristiwa itu dilakukan ketika rumah pelaku sedang dalam kondisi sepi. Pelaku selama ini memang menjadi orang tua asuh dari korban. Pelaku mengadopsi keponakan dari istrinya itu, karena tidak memiliki keturunan.

Untuk melengkapi proses hukum, polisi telah menyita sejumlah barang bukti di antaranya baju tidur bergambar Doraemon milik korban, dan ponsel berisi rekaman suara percakapan antara korban dengan tersangka. Juga ada bukti tambahan dari keterangan ahli, lanjutnya, yakni psikiater RSD dr. Soebandi Jember.

"Tetapi alat bukti yang paling kuat adalah suara rekaman percakapan antara korban dan tersangka yang mengungkap modus kejahatan tersangka," tutur Kadek.

Pada saat aksi yang kedua, korban merekam aksi bejat pelaku tanpa sepengetahuan pelaku melalui audio ponselnya. Sehingg korban melaporkan kejadian itu ke polisi.

"Berkasnya sudah kami lengkapi, dan kami kirimkan SPDP (surat pemberitahuan dimulainya penyidikan) ke Kejaksaan Negeri Jember," tutur Kadek.

Atas perbuatanya, pelaku dijerat dengan Pasal 82 ayat (2) Jo Pasal 76E UU Perlindungan Anak.

"Ancaman hukuman minimal 5 Tahun penjara dan maksimal 15 Tahun penjara. Tetapi karena korban adalah anak asuh dari pelaku, maka ancaman hukuman terhadap RH ini ditambah 1/3 dari ancaman (hukum yang diterapkan)," pungkas Kadek.

TAG TERKAIT :
Pencabulan Berita Center Kasus pencabulan

Berita Lainnya