Opini

JANGAN MAIN-MAIN SAMA BOBBY DAN GIBRAN

Indah Pratiwi - 07/05/2021 19:00
Oleh: Ayyas

Saya tipe orang yang tidak anti ketika ada anak, menantu, serta kerabat Presiden yang menjadi pejabat negara. Yang terpenting jabatan itu diraih bukan diberi oleh presiden, melainkan diraih dengan pertarungan terbuka melalui Pilkada. Setiap rakyat Indonesia termasuk anak maupun kerabat Presiden juga berhak menjadi kepala daerah, pejabat negara, juga presiden.

Maka dari itu, ketika menantu Presiden Jokowi (Bobby) dan anak sulung Presiden Jokowi (Gibran) memutuskan untuk maju di Pilkada Medan dan Solo, saya tidak mempermasalahkan. Bagi saya, biarkan rakyat Medan dan Solo yang memutuskan. Pada akhirnya rakyat Medan memilih Bobby, dan rakyat Solo memilih Gibran.

Lebih-lebih jika kinerja Bobby dan Gibran bagus, tentu harus didukung dong. Jika banyak terobosan dan gebrakan yang keduanya buat, tentu layak untuk didorong agar kaduanya bisa berkiprah di level yang lebih tinggi lagi.

Bobby adalah menantu Presiden Jokowi dan Gibran adalah anak sulung Jokowi. Saya yakin keduanya telah mempelajari gaya memimpin Jokowi. Mempelajari bagaimana Jokowi bekerja serta menyelesaikan persoalan. Mempelajari bagaimana membuat terobosan dan gebrakan.

Bobby dan Gibran sama-sama masih sangat muda untuk ukuran kepala daerah. Namun siapa sangka, keduanya seperti sudah sangat berpengalaman. Keduanya nampak mewarisi betul kepemimpinan Presiden Jokowi. Keduanya tidak boleh dipandang sebelah mata apalagi diremehkan. Keduanya tidak segan-segan memberikan sanksi tegas kepada pejabat yang melakukan penyelewengan.

Terkini, Bobby dan Gibran melakukan kebijakan yang bisa dibilang sama, yaitu mencopot Lurah yang melakukan pungli. Di Medan, Bobby mencopot Lurah Sidorame Timur, Kecamatan Medan Perjuangan, Hermanto. Bobby mendapat laporan dari masyarakat terkait pungli.

Bobby langsung menindaklanjuti laporan itu pada Jumat (23/4). Bersama rombongan, ia mendatangi kantor lurah dan langsung menanyakan perihal pungli kepada Hermanto. Hermanto awalnya tak mengaku. Namun, Bobby telah mengantongi bukti rekaman dugaan permintaan uang dengan menunjukkannya kepada Hermanto. Bobby kemudian mencopot langsung lurah itu. Menurutnya, tindakan pungli itu tidak bisa ditoleransi.

Di Solo, Gibran mencopot Lurah Gajahan, Suparno lantaran terlibat pungli berkedok sedekah dan zakat fitrah di wilayahnya. Sebelum mencopot lurah itu, Gibran menerima laporan dari warga Gajahan terkait pungli berupa sedekah dan zakat fitrah oleh Linmas Kelurahan Gajahan.

Kekompakan Bobby dan Gibran bisa terjadi karena disengaja maupun tidak disengaja. Bisa saja memang kebetulan. Namun yang pasti, keduanya punya kesamaan, yaitu tegas terhadap pejabat daerah yang melakukan penyelewengan. Keduanya layak menjadi contoh kepala daerah yang tegas terhadap tindakan pungli.

Mungkin diakui atau tidak, Bobby dan Gibran punya keberkahan dan keberuntungan tersendiri. Sebab, keduanya adalah menantu dan anak sulung Presiden Jokowi. Bagaimanapun nama besar Presiden Jokowi mempengaruhi Bobby dan Gibran. Namun jika Bobby dan Gibran hanya mengandalkan itu, keduanya tetap sulit untuk menang. Keduanya punya visi dan misi yang jelas, didukung dengan kompetensi yang mumpuni. Nyatanya AHY yang anak mantan presiden Indonesia dua kali berturut-turut juga kalah di Pilkada DKI 2017.

Ketegasan Bobby dan Gibran seyogyanya menjadi peringatan buat pejabat di bawah Pemkot Medan dan Solo agar jangan main-main dengan keduanya. Keduanya memang masih muda, namun bukan berarti bisa diremehkan oleh pejabat yang lebih tua. Jangan dikira orang muda tidak berani tegas terhadap orang tua. Jika memang melakukan kesalahan, keduanya tidak segan-segan untuk memberikan sanksi yang tegas.

Jika Bobby dan Gibran konsisten dengan sikap dan kinerja mereka, bukan tak mungkin ke depan keduanya bisa menjadi duet maut yang berbahaya. Kalaupun tidak berduet, keduanya bisa menjadi calon-calon pemimpin masa depan Indonesia yang potensial.

Dengan usia yang masih muda, keduanya masih bisa belajar banyak hal. Keduanya masih bisa berkembang jauh lebih pesat lagi. Lebih-lebih jika secara khusus Jokowi menjadi mentor untuk keduanya. Saya yakin Bobby dan Gibran akan tumbuh menjadi pemimpin yang profesional, tegas, dan bisa membawa Indonesia lebih maju lagi dibanding sekarang. Keduanya juga bisa menjadi ancaman serius buat politisi-politisi yang lain. Sangat mungkin ke depan Bobby dan Gibran akan diajak berkoalisi oleh beberapa partai. Sinar keduanya mulai terpancar terang.

TAG TERKAIT :
Walikota Solo Gibran Walikota Medan BOBBY DAN GIBRAN Bobby

Berita Lainnya

Turun Mesin

Opini 11/06/2021 16:00