Internasional

Brigade Izzuddin al-Qassem Bersumpah Untuk Mengubah Kota-kota Israel Jadi Neraka

Anas Baidowi - 12/05/2021 07:51

Beritacenter.COM - Sistem pertahanan rudal Iron Dome yang selama ini jadi andalan Israel dalam konflik besar-besaran dengan Hamas dan kelompok militan lainnya di Gaza Palestina, akhirnya kebobolan juga dengan rudal Sijeel Hamas dan dikabarkan menewaskan dua warga Israel di Ashkelon.

Channel 12 melaporkan sistem penangkis misil tersebut kini telah diperbaiki dan sudah beroperasi penuh.

Polisi Israel mengatakan lebih dari 90 orang di Ashdod dan Ashkelon terluka akibat ledakan roket dan rudal. Salah satu bangunan yang rusak akibat serangan dari Gaza adalah sekolah, meskipun tidak ada kegiatan belajar mengajar pada saat ini.

Dikutip dari Reuters, Rabu (12/5). Jaringan pipa energi milik perusahaan negara Israel juga terkena hantaman roket asal Gaza pada Selasa malam karena sistem Iron Dome gagal mencegat proyektil.

Brigade Izzuddin al-Qassem, sayap militer Hamas, telah bersumpah untuk mengubah kota-kota Israel menjadi neraka dengan hujan roket.

Kolompok militan itu mengeklaim telah menambah 137 roket ke arah Ashkelon dan Ashdod hanya dalam waktu lima menit.

Jurnalis AFP di lokasi kejadian mengabarkan, ledakan keras kembali mengguncang Ashkelon itu pada Selasa, dimana sebuah roket telah merobek lubang menganga ke sisi blok apartemen.

Jubil militer Israel Jonathan Conricus mengatakan sebelumnya bahwa lebih dari 90 persen roket baru-baru ini dari Gaza dicegat oleh sistem pertahanan rudal Iron Dome. Sedangkan jet-jet tempur dan helikopter serang telah melakukan lebih dari 130 serangan terhadap sasaran militer di Gaza.

Pejabat Israel mengatakan mereka telah membunuh 15 komandan Hamas, sementara kelompok Palestina Jihad Islam mengonfirmasi dua tokoh seniornya juga tewas.

Ketegangan di Yerussalem telah berkobar menjadi gangguan terburuk di kota itu sejak 2017 pada hari-hari sejak polisi anti-huru hara Israel bentrok dengan kerumunan besar warga Palestina pada hari Jumat terakhir bulan suci Ramadhan.

Kerusuhan malam sejak saat itu di kompleks Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki Zionis telah menyebabkan lebih dari 700 warga Palestina terluka, menarik seruan internasional untuk de-eskalasi dan kecaman keras dari seluruh dunia Muslim.

Hamas pada Senin memperingatkan Israel untuk menarik semua pasukannya dari kompleks Masjid Al-Aqsa dan distrik Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur, di mana pengusiran paksa yang membayangi keluarga Palestina telah memicu protes yang marah.

Sirene meraung di seluruh Yerusalem tepat setelah pukul 15.00 sore kemarin. Orang-orang di kota tua, termasuk anggota Knesset (Parlemen), melarikan diri ke bungker untuk pertama kalinya sejak konflik Gaza 2014.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan Hamas telah "melewati garis merah" dengan menargetkan Yerusalem dan bersumpah bahwa negara Yahudi itu akan "menanggapi dengan kekerasan."

Sebaliknya, Brigade Izzudin Al-Qassam menjawab, "Ini adalah pesan yang harus dipahami musuh dengan baik: jika Anda merespons, kami akan merespons, dan jika Anda meningkatkan eskalasi, kami akan meningkatkannya."

Beberapa properti di Israel telah rusak oleh roket dan misil, termasuk sebuah apartemen di selatan kota Ashkelon, dan sebuah rumah di Beit Nekofa, sebelah barat pusat kota Yerusalem.

TAG TERKAIT :
Hamas Berita Kriminal Indonesia Berita Center Israel Palestin

Berita Lainnya