Kriminal

Ngeri! Mayat Bocah Tinggal Tulang Belulang di Temanggung Ternyata Sengaja Disimpan Orangtua untuk Ritual Usir Genderuwo

Anas Baidowi - 17/05/2021 18:20
Ilustrasi

Beritacenter.COM - Bocah perempuan bernama Ais (7) ditemukan meninggal dunia dengan kondisi tinggal tulang belulang di rumahnya di Dusun Paponan Desa Bejen Kecamatan Bejen, Temanggung, Jawa Tengah, Minggu (16/5/2021). Jasad bocah itu diduga sengaja disimpan orangtuanya selama 4 bulan untuk menjalani ritual usir genderuwo.

Saat ini, kedua orangtua Ais, yakni Mar (42) dan Suw (38) dan dua orang lainnya, Hat (56) dan Bud (43), yang dipercaya sebagai dukun telah diamankan polisi.

Kepala Desa Bejen, Sugeng widodo (45) mengatakan bahwa korban ditemukan dengan posisi terlentang di atas tempat tidur.

Baca juga: Penemuan Mayat Bocah Tinggal Tulang Belulang Hebohkan Warga Temanggung

Kematian Ais diketahui setelah bibi korban, Suratini menanyakan keberadaan Ais yang sudah tak terlihat sejak 4 bulan lalu. Orangtua Ais saat itu menyampaikan bahwa korban sedang berada di rumah kakeknya, Sutarno, di Dusun Silengkung, Bejen.

Suratini bersama paman korban, Maryanto pun lantas ke rumah kakek Ais dan mengetahui bahwa korban tak ada di rumah kakeknya. Merasa janggal, kakek Ais langsung menuju ke kediaman anaknya untuk menanyakan keberadaan cucunya.

Selanjutnya, orangtua korban langsung menunjukkan keberadaan Ais di kamar. Lalu, kakeknya mendapati bahwa cucunya sudah meninggal dan langsung melaporkan kepada perangkat desa dan Polsek Bejen.

Kepada polisi, Mar dan Suw menyampaikan bahwa Ais menjalani ritual kesembuhan pada suatu malam di bulan Januari 2021. Ritual dilakukan atas suruhan Har dan Bud. Orangtua Ais percaya bahwa anaknya sebagai keturunan genderuwo karena memiliki perangai nakal. Maka disembuhkan melalui ritual tersebut.

Ritual itu dilakukan dengan meneggelamkan kepala korban ke bak mandi hingga korban tak sadarkan diri. Dalam kondisi meninggal dunia. Ais dibawa ke kamar untuk ditidurkan.

Orangtua korban percaya bahwa anaknya yang diyakini sebagai keturunan genderuwo itu bisa dihidupkan kembali melalui ritual tersebut. Sehingga saat dibangunkan kembali, anaknya sudah tidak nakal lagi.

Selama ritual berlangsung selama 4 bulan, orangtua korban tetap merawat korban seperti biasa. Selama sepekan, orangtua Ais memandikan dua kali anaknya. Selama Januari sampai sekarang tubuh Ais dibersihkan dengan tisu.

Sementara itu, pengacara Catur Sulistyo mengatakan bahwa kliennya Mar (42), Suw (38), Har (56) dan Bud (43) masih dimintai keterangan penyidik Polres Temanggung. Keterangan sementara mereka melakukan ritual untuk kesembuhan. Ais dipercaya akan bangun dan tidak nakal.

“Kami masih mendampingi empat warga untuk dimintai keterangan penyidik,” kata Catur.

TAG TERKAIT :
Penemuan mayat Berita Kriminal Indonesia Berita Center Temanggung Mayat Tulang Belulang Ritual

Berita Lainnya