Ekonomi

Mulai Bulan Depan Cek Saldo dan Tarik Tunai Kena Tarif, YLKI: Nasabah Bukan Untung Tapi Buntung

Anas Baidowi - 23/05/2021 10:24

Beritacenter.COM - Perbankan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), mulai 1 Juni 2021 akan mengenakan biaya saat cek saldo dan tarik tunai yang sebelumnya gratis.

Yayasan Layanan Konsumen Indonesia (YLKI) angkat bicara terkait rencana Himbara yang mengklaim demi kenyamanan nasabah.

"Itu hanya klaim sepihak, kenyamanan nasabah dari mana? apanya yang nyaman?, emang pernah ada surveinya terkait hal itu? Aneh bin ajaib. Itu klaim sepihak mengatasnamakan konsumen. Klaim yang paradoks," kata Ketua pengurus harian YLKI, Tulus Abadi, Sabtu (22/5).

Yang terjadi selama ini pihak bank hanya mengandalkan biaya admin dari nasabah. Coba kita cermati, setiap nasabah per bulan minimal dipotong Rp 14.000 belum biaya lain-lain.

Jika informasi penarikan biaya setiap transaksi benar-benar berlaku di bulan depan, maka lama-lama uang nasabah bisa habis dimakan biaya administrasi.

"Ini namanya nabung mau untung apa mau buntung?," ujarnya.

Tulus menegaskan, pengenaan tarif di ATM milik BUMN bertolak belakang dengan literasi keuangan masyarakat. Sebab, untuk menarik minat masyarakat, lembaga jasa keuangan harus memberikan manfaat kepada nasabahnya.

Sehingga, pihaknya menilai wacana ini harus ditolak karena merupakan kebijakan eksploitatif.

"Apalagi cek saldo dikenakan biaya. Makin tekor konsumen, saldonya makin tergerus. Lalu apa gunanya menyimpan uang di bank? Lebih baik nyimpan di kasur saja," ujarnya.

Perbankan yang tergabung dalam Himbara adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Ranyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

TAG TERKAIT :
Berita Center YLKI Himbara Biaya transaksi Himbara

Berita Lainnya