Politik

BOLA LIAR 2024

Indah Pratiwi - 27/05/2021 12:30
Ditulis Oleh : Iyyas Subiakto

Ada yg bilang kok skrg sudah ribut bcr pilpres, kan masih lama. Relatif saya bilang. Menyiapkan pemimpin itu bukan seperti menanam jagung yg umur 3 bln bs di panen. Dan penggantian kali ini tidak gampang karena yg mau di lanjutkan hasil kerja Jokowi yg brilian, apa bisa asal tangkap kepala. Ntar ngincer salmon dapatnya lele.

Masa transisi dari baik meneruskan agar tetap baik itu susah, makanya Cina dan Rusia setelah pemilu lgsg mengamandemen UU nya, Xi Jin Ping jd presiden seumur hidup, dan Putin sampai 2036.

Kenapa mereka bgt sigapnya, ya karena mencari orang baik dan benar itu sulit. Lagian kl bagus ngapain di ganti. Apa gak jera dgn kasus Jakarta, ada berlian di ganti pasir, bukan membuat mata kita silau, malah kelilipan liat kelakuan Anis yg jumpalitan.

Ada beberapa pandangan dari pengamat dan teman yg rasan2 ttg pengganti Jokowi. Pertama ya Jokowi jgn di ganti. Kalau wapresnya dikasi panci juga jadi. Hanya saja dari sudut stabilitas disarankan berpasangan dgn PS, tapi dgn kemecerisasinya PS mau jd presiden apakah dia mau jadi orang no 2.

Tapi kalau dibiarkan dia bs jadi bola liar, di jadikan no 1 sulit di kontrol, di jadikan no 2, dia belum tentu mau, kalau gak jadi dia juga dongkol.

Peta potensi penggantian sudah keliatan tapi masih sulit di tetapkan karena masih banyak kemungkinan. Ributnya Puan dan Ganjar membuat orang ilpil, termasuk kepada PDIP, khsusnya mulutnya Pacul yg kelas tukang parkir, norak. Penjilat kelas lalat.

Dari hasil lembaga survey yg rata2 hanya pakai responden 1.200-3.000 org dan yg di survey itu2 saja, muternya ke RK, AB, Puan, GP, seolah gak ada potensi diluar itu, jadi kita dipaksa memilih barang yg disuguhkannya. Kenapa gak memasukkan nama lainnya yg juga punya potensi besar.

Kalau melihat siklus penggantian, mungkin saatnya militer masuk lagi, disana ada Andhika Perkasa, Dudung Abdurachman, Moeldoko. Barisan orang muda di civil ada Gibran, dll, kenapa potensi ini tidak di survey, kalau memang Jokowi benar2 tak mau lagi, atau tak diinginkan karena ada yg kemecer mau minta gantian. Atau bisa saja banyak pihak mau buat party lagi utk bisa bebas korupsi, karena kl dgn Jokowi mereka gak bs kolusi.

Peran netizens saat ini sudah bisa menjadi bagian yg bs mempengaruhi keputusan shg harus terus berperan menyuarakan kebenaran termasuk penggantian kepemimpinan, tidak boleh diam.

Kita harus membentuk budaya baru agar tidak di dikte partai, karena skrg partai sudah mengunci calon independen dgn membuat aturan yg gak masuk akal, jadi kesan akal2an sangat kelihatan.

Bersuaralah dgn lantang utk kebenaran dan masa depan Indonesia, jgn kita didikte oleh nafsunya partai, karena Indonesia bisa jadi kere.

TAG TERKAIT :
Pilpres 2024 Pemilu 2024

Berita Lainnya