Politik

Posisi Ganjar di PDIP

Indah Pratiwi - 29/05/2021 13:11
Oleh: Erizeli Bandaro

PDIP itu tadinya adalah PDI yang merupakan fusi dari Partai Nasionalis, Partai Kristen Indonesia ( Parkindo) dan Marhaen. Namun dalam perkembanganya Megawati bisa mempersatukan menjadi barisan Soekarno atau partai yang berjuang melaksanakan idiologi Soekarno.

PDIP identik dengan Soekarno dan tentu yang jadi icon adalah nama Soekarno dan keturunanya. Dalam perkembangan berikutnya, dalam PDIP terdapat dua faksi yang tak keliatan kepermukaan. Yaitu faksi Taufik Kiemas yang Marhaen dan Megawati yang Soerkarnoisme.

Walau Marhaen adalah ajaran Soekarno, tentu berbeda dengan Soekarnoisme. Marhaen lebih kepada idiologi. Soekarnoisme cenderung ke kultus individu atau primordial. Di dalam PDIP itu Soekarnoisme itu ada pada faksi Puan dan Marhaen itu faksi Prananda. Keduanya adalah putra putri Megawati sendiri namun mereka beda ayah. Masing masing ada pengikutnya.

Gejolak internal faksi tidak akan melebar keluar. Karena keduanya sangat menghormati Megawati sebagai ibunda. Tetapi suka tidak suka, akar rumput terbelah. Biasa saja. Itulah demokrasi sebagai penguat soliditas partai.

Bahwa partai itu hidup dan berkembang karena perbedaan. Ganjar sebelum masuk PDIP adalah kader Marhaen dari GMNI ( Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia). Taufik Kiemas (TK) termasuk sesepuh dari GMNI.

Ketika Ganjar datang ke Jakarta, yang dia temui pertama kali adalah Taufik Kiemas. Sejak itu TK menjadi mentornya langsung dalam politik. Makanya gaya politik Ganjar sangat mirip TK. Dia bisa bergaul dengan kalangan manapun. Tidak ada musuh. Tidak apriori dengan golongan yang anti PDIP atau Seokarno. Lebih utamakan solusi dan menghindari konplik. Sangat merakyat.

Setelah TK tidak ada, Prananda menjadi pendukung faksi Marhaen. Walau Puan diwacanakan Capres atau cawapres, namun jangan lupa ada Prananda yang tentu akan mendukung Ganjar, aktifis Marhaen sebagai capres.

Jadi tidak elok kita membenturkan Ganjar dengan Puan. Seolah karir politik Ganjar dihambat oleh Puan. Karena itu sama saja membenturkan kedua putra putri Megawati.

Tapi untungnya Prananda tidak bersuara. Dia lebih memilih diam. Toh mereka keduanya patuh kepada Megawati sebagai ibunda.

Megawati akan bersikap adil terhadap kedua anaknya dan pasti yang diutamakan megawati adalah rakyat.

(Sumber: Facebook Diskusi dengan Babo)

TAG TERKAIT :
PDIP Ganjar Ganjar Pranowo Puan maharani Capres 2024 Pilpres 2024 Ganjar Pranowo Vs Puan Maharani PDIP Memanas

Berita Lainnya