Nasional

RUU KUHP: Awas! NgePrank Bisa Didenda Rp10 Juta

Anas Baidowi - 08/06/2021 14:24
Ilustrasi

Beritacenter.COM - Konten prank menjadi tayangan yang saat ini tengah digandrungi masyarakat Indonesia. Konten jenis ini mampu mendulang banyak penonton.

Namun, perlu berpikir dua kali jika ingin melakukan prank lagi. Pasalnya, sebagaimana dikutip dalam RUU KUHP, pelaku prank kini bisa dijerat pidana. Hal itu diatur dalam Pasal 335.

"Setiap orang di tempat umum melakukan kenakalan terhadap orang atau barang yang dapat menimbulkan bahaya, kerugian, atau kesusahan dipidana dengan pidana denda paling banyak kategori II," demikian bunyi pasal 335 RUU KUHP.

Dalam Pasal 79 ayat 1 RUU KUHP disebutkan, ancaman denda untuk kategori II maksimal Rp 10 juta.

Korban Prank yang merasa tidak terima di prank, dapat menggunakan pasal tindak pidana penghinaan. Pasal 439 RUU KUHP yang berbunyi:

1. Setiap Orang yang dengan lisan menyerang kehormatan atau nama baik orang lain dengan cara menuduhkan suatu hal, dengan maksud supaya hal tersebut diketahui umum, dipidana karena pencemaran, dengan pidana penjara paling lama 9 (sembilan) bulan atau pidana denda paling banyak kategori II.

2. Jika perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan tulisan atau gambar yang disiarkan, dipertunjukkan, atau ditempelkan di tempat umum, dipidana karena pencemaran tertulis, dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan atau pidana denda paling banyak kategori II.

3. Tidak merupakan Tindak Pidana jika perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dilakukan untuk kepentingan umum atau karena terpaksa membela diri.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah membuka ruang diskusi dan menerima masukan publik terkait penyusunan dan penyempurnaan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RUU KUHP) demi pembangunan hukum nasional.

 

TAG TERKAIT :
Berita Center RUU KUHP Pidana Prank Konten Prank Prank Didenda

Berita Lainnya