Ekonomi

Warga Tasik Ditanya soal Sembako Kena Pajak : Berat Atuh, Jangan Dipajak Lah!

Aisyah Isyana - 10/06/2021 11:30

Beritacenter.COM - Adanya wacana pemerintah yang akan mengenakan pajan pertambahan nilai (PPN) untuk kebutuhan pokok, turut mendapat penolakan warga. Tak hanya memberatkan, warga menyebut adanya pajak itu dikhawatirkan akan membuat harga kebutuhan pokok naik.

Sekedar diketahui, rencana pemberlakuan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk barang kebutuhan pokok, tengah digodog pemerintah. Adapun hal itu tertuang dalam draf RUU Perubahan Kelima atas Undang-undang Nomor 6/1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP). Dalam pasal empat A, menyebutkan barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan masyarakat dihapus dari barang yang tidak dikenai pajak pertambahan nilai.

Baca juga :

Namun, adanya kebijakan pemerintah itu langsung mendapat penolakan dari masyarkat. Meski masih sebatas wacana, para pedagang dan konsumen di pasar menolak tegas adanya kebijakan itu. Seperti halnya yang terjadi di pasar Tradisional Padayungan Tasikmalaya, Jawa barat.

"Apa? mau pakai pajak sembako. Kan setahu saya hanya mobil yang pake pajak. Berat atuh pak. Jangan lah jangan dipajak segala sembako mah," ujar salah satu pembeli di Pasar Tradisional Padayungan, Undang, Kamis (10/06/21).

Adanya rencana pemberlakukan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk kebutuhan pokok itu dinilai akan memberatkan masyarkat. Dengan adanya PPN, dapat dipastikan harga kebutuhan pokok akan semakin naik, dan membuat masyarkat kecil semakin sulit.

"Berat pak buat saya masyarakat kecil. Sekarang aja harga masih tinggi tambah naik atuh kalau ada pajakmah," ucap Nining, pembeli lainnya.

Terlebih, harga kebutuhan pokok di pasar tradisional juga terpantau masih mengalami kenaikan. Harga daging ayam terpantau dikisaran Rp36-37 ribu per-kilogram. Harga telur ayam naik dari Rp22 ribu, menjadi Rp24 ribu per-kilogramnya.

TAG TERKAIT :
Pajak Tasikmalaya Kebutuhan pokok PPN Kebutuhan Pokok Pajak Pertambahan Nilai

Berita Lainnya