Opini

Pesan Moderasi Beragama Presiden Joko Widodo

Indah Pratiwi Budi - 10/06/2021 17:30
FOKUS : Pancasila

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidato Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2021 menyampaikan pesan penting mengenai ancaman ekspansi ideologi transnasional radikal. Ia menyatakan bahwa rivalitas antar pandangan, rivalitas antara nilai-nilai, dan rivalitas antar ideologi harus diwaspadai, termasuk di dalamnya ideologi transnasional yang trennya cenderung semakin meningkat. Hal itu ia sampaikan secara virtual di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Selasa (01/06/21).

Kiranya, pernyataan Presiden Jokowi di atas menitipkan pesan terkait pentingnya moderasi beragama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita. Sebuah pesan yang mengajak seluruh masyarakat di Tanah Air untuk menggelorakan spirit moderasi beragama secara terus-menerus dan konsisten. Sebuah pesan untuk rakyat Indonesia agar mereka selalu waspada terhadap ideologi-ideologi radikal yang dapat memecah belah bangsa, mengancam Pancasila dan NKRI, serta merusak sendi-sendi kehidupan negara.

Kita ketahui bahwa belum lama ini negeri kita tercinta telah menghadapi serangan teroris secara bertubi-tubi. Mulai dari serangan bom di Gereja Katedral Makassar hingga serangan teror lone wolf di Mabes Polri pada akhir Maret lalu. Belum lagi survei-survei yang dilakukan oleh lembaga-lembaga tertentu, seperti Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta yang menyebutkan bahwa angka toleransi beragama mahasiswa masih terbilang sangat rendah. Atau dengan kata lain, masih banyak mahasiswa di Indonesia yang intoleran. Semua itu membuktikan bahwa ideologi transnasional radikal memang benar-benar nyata adanya.

Ideologi-ideologi transnasional tersebut sudah sepatutnya menjadi musuh kita bersama. Pasalnya, ideologi itu tidak hanya menghendaki keseragaman pandangan dan agama, melainkan juga secara eksplisit menolak keberagaman dan pluralitas yang dimiliki bangsa ini. Itu artinya, mereka menentang secara tegas negara ini yang berdasarkan Pancasila dan UUD 45. Lebih dari itu, ideologi transnasional yang radikal tersebut menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya, termasuk menggunakan cara-cara kekerasan dan teror. Tentu saja hal itu akan sangat membahayakan keutuhan bangsa dan negara ini.

Oleh karena itu, masyarakat harus selalu waspada dan mawas diri terhadap gerakan-gerakan kelompok radikal tersebut. Di antara ciri yang paling menonjol dari mereka adalah keengganannya menerima Pancasila sebagai ideologi negara dan penggunaan cara-cara kekerasan dan teror bila tujuannya tak dapat tercapai, sebagaimana saya sebutkan di atas.

Salah satu cara untuk menangkal dan melawan ideologi-ideologi radikal tersebut adalah menggelorakan dan menyebarluaskan gagasan moderasi beragama. Moderasi beragama memuat indikator seperti toleransi, anti-kekerasan, komitmen kebangsaan, dan adaptif terhadap kebudayaan lokal (Kemenag, 2019). Dengan indikator yang terkandung di dalamnya, saya kira moderasi beragama dapat menjadi gagasan yang ampuh untuk melumpuhkan doktrin-doktrin yang digunakan kelompok radikal di atas.

Dalam hal ini, gagasan moderasi beragama bisa menjadi salah satu alternatif jalan untuk melawan dan menangkal gerakan-gerakan kelompok radikal yang kian menyebar luas, terutama gagasan anti-kekerasan dan komitmen kebangsaannya. Penyebarluasan gagasan ini menjadi cara yang paling efektif untuk mencegah sekaligus melawan ekspansi ideologi-ideologi transnasional radikal dibanding menggunakan cara-cara kekuasaan yang cenderung memaksa.

Dalam konteks ini, pesan moderasi beragama Presiden Jokowi menjadi kian relevan dengan situasi dan kondisi bangsa ini. Bahwa pesan moderasi beragama Presiden Jokowi harus menjadi arus utama dalam rencana pembangunan dan segala lini kehidupan kita. Moderasi beragama menjadi kian urgen dibumikan di tengah arus dan gempuran ideologi-ideologi transnasional yang mengancam Pancasila dan NKRI.

Akhirnya, pesan moderasi beragama Presiden Jokowi sebagai upaya preventif menangkal dan melawan ideologi radikal harus kita laksanakan secara serius. Ke depan gagasan moderasi beragama diharapkan dapat dipahami sebagai komitmen bersama untuk saling menjaga keseimbangan dalam hidup, yang mana setiap warga masyarakat, apa pun agamanya harus mau saling menghargai satu sama lain, serta saling belajar mengelola dan mengatasi perbedaan di antara mereka. Inilah pesan moderasi beragama Presiden Joko Widodo yang juga amanat Pancasila yang sebenarnya.

TAG TERKAIT :
Jokowi Pancasila Jokowi Orang Baik Jokowi Orang Hebat Jokowi Orang Jujur Nilai-nilai Pancasila Jokowi Orang Tegas

Berita Lainnya

BLBI.?

Opini 29/07/2021 13:22