Kesehatan

Vaksin Nusantara, dr Terawan: 'Varian Baru Corona Itu Gampang Sekali'

Anas Baidowi - 17/06/2021 07:31

Beritacenter.COM - Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menghadiri rapat Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Dr Terawan hadir dengan tim risetnya mengungkap hasil uji klinis fase 2 vaksin Nusantara yang sempat menuai kontroversi.

Salah satu yang diungkap adalah kejadian tidak diinginkan (KTD) yang muncul selama uji klinis. Diklaim tidak ada efek yang dikategorikan serius, umumnya hanya efek ringan.

"Hasilnya adalah kejadian tidak diinginkan semua derajat ringan. Terdapat 24 subyek yang mengeluhkan reaksi lokal grade 1," kata Letkol Johnny, salah seorang peneliti vaksin Nusantara, dalam rapat bersama Komisi VII DPR RI, Rabu (16/6).

Berikut kejadian tidak diinginkan kategori ringan yang dicatat:

  • Pegal: 17 orang
  • Memar: 3 orang
  • Kemerahan: 3 orang
  • Gatal: 1 orang

Dalam kesempatan itu, dr Terawan juga mengklaim vaksin yang dikembangkannya dengan teknologi sel dendritik bisa jadi solusi mengatasi berbagai varian baru virus Corona yang bermunculan belakangan ini.

"Soal varian saja jawab gampang sekali, hanya butuh delapan hari, antigen saya ganti. Karena antigen itu rekombinan jadi spike S, kita tinggal lihat dia mutasi mana. Tinggal gabung-gabung saja," tuturnya.

"Tinggal tambagi mutasi Inggris, India, maupun yang lainnya," lanjutnya.

Sebelumnya, vaksin Nusantara sempat menuai kontroversi karena tidak mendapat restu BPOM. Perjalanan riset vaksin berbasis sel dendritik ini dinilai menabrak sejumlah pakem ilmiah dan tidak efektik untuk situasi pandemi karena bersifat individual.

TAG TERKAIT :
Berita Center Dr Terawan Varian baru Lonjakan kasus

Berita Lainnya