Opini

Cinta Indonesia Lawan Mereka

Indah Pratiwi - 17/06/2021 15:00
Ditulis oleh : Asrof Husin

Kita tidak perlu jauh2 ke Arab Saudi atau Timur Tengah untuk tahu bahwa bendera hitam putih itu adalah bendera khilafah walaupun tdk ada tulisian HT ( HTI ), bahwa bendera yg mirip sejenis tsb biasa digunakan oleh kelompok teroris seperti ISIS, Al Qaeda, Taliban, Al Nusra, Boko Haram, dll, cukup dimalaysia yg terdekat saja.- Pada 18 Okt 2018, seorang TKI dijatuhi hukuman 10 bulan penjara di Malaysia karena memiliki 5 gambar dan 9 video yg berkaitan dgn ISIS diponselnya.-

Pada 5 Nov 2018 seorang WNI dihukum 30 bulan penjara di Malaysia karena memiliki 2 photo kelompok ISIS, WNI ini istrinya adalah wanita Malaysia yg baru dinikahinya, dia meminta keringanan pengadilan karena istrinya sedang hamil, tetapi keputusan pengadilan tetap tidak berubah.- Pada 17 Sept 2015 Malaysia resmi melarang HT ( Indonesia HTI ), Presiden HT Malaysia sempat melawan dan menggelar konferensi pers pd 4 Des 2015 tetapi langsung ditangkap pihak berwajib. Di Malaysia HT disebut kelompok menyimpang dan siapapun yg mengikuti gerakan pro khilafah ini akan menghadapi hukum.

Memang selubungnya islam seolah indah dengan simbol2 islam, bendera dan sebagainya, tapi isinya untuk menghancurkan islam. ( Syaikh Abdullah Mustofa Rahhal, ulama Suriah ).Sekarang dinegara kita, sudah bertahun2 dinegara kita jika ada demo berjubah agama anak2 kecil tetap dibawa lengkap dgn atribut mereka, yaitu : Bendera hitam putih, ikat kepala hitam, mereka diajak turut berdemo, meskipun alasan ketua mereka bahwa anak2 ini tamasya ke Monas tetapi faktanya ikut demo. Anak2 ini sejak kecil sudah diberi minum racun yg bernama radikalisme, dan racun ini dianggap suci dan jadilah mereka generasi bom waktu yg siap meledak yg hanya menunggu waktu saja.

Lalu bagaimana dgn KPAI ? jika sudah menyangkut agama mereka gemetaran ketakutan.Kita menumbuhkan kebencian dan mendidik generasi2 kita untuk membenci. Lalu kita mengklaim kebencian ini suci. Saya tidak mengerti bagaimana mungkin kebencian bisa menjadi suci. ( Sayed Fadlullah ).Banyak yg kecewa kpd Presiden Jokowi dan bilang Presiden Jokowi tdk tegas dlm hal radikalisme, kenapa bendera HTI tdk resmi dilarang seperti bendera PKI ? Kalau kita mau jujur, negara kita ini sudah terlambat masalah radikalisme ini yg sudah masuk kesemua elemen/lini, disini Presiden Jokowi mendapat warisan masalah yg berat soal radikalisme karena 10 th terjadi pembiaran dizaman Esbeye.

Masalah bendera hitam putih ini tdk bisa dilarang secara resmi karena ormas tidak bisa bersatu dan saya rasa satu2nya yg mendukung akan pelarangan bendera/simbol2 ini hanyalah NU, tetapi NU sendiri mereka serang dan tentunya kita masih ingat ttg pembakaran bendera hitam oleh anggota Banser pd Okt 2018, mereka menyerang dan bilang ini bukan bendera HTI, bukan bendera teroris dan terjadilah aksi demo bela ini itu. Jika saja awal reformasi sudah dilarang tentu mungkin ceritanya akan berbeda. Jadi Presiden Jokowi menjadi sulit ttg masalah bendera/atribut ini karena terus menerus dibenturkan dgn agama, memelintir/ berbohong ttg bendera itu dan orang bodohpun percaya lalu ikut terbakar.

Sedangkan NU sendirian, yg lain tdk bisa bersatu karena sudah bertopeng politik.Meskipun kita contohkan di Malaysia, Arab Saudi dan Tim -Teng, tetap saja alasan mereka macam2 yg semuanya bertopeng kemunafikan, politik berkedok agama.

Demikian juga tentang penyebaran hoax dan fitnah dinegara kita, penyebaran hoax dan fitnah ini tidak boleh kita anggap enteng, sangat berbahaya dan jangan dibiarkan.Mereka gencar membuat hoax2 agama dan yg menyangkut rakyat banyak, meskipun semuanya terbantahkan, tetapi mereka tdk kenal lelah terus menyebarkan hoax, mereka berharap dgn hoax2 ini orang2 bodoh percaya dan terbakar, karena mereka tahu bahwa populasi orang bodoh dinegara kita ini tidak pernah berkurangCinta Indonesia, lawan mereka.

Radikalisme penyebarannya gencar, baik dimedsos maupun dunia nyata, kita lawan mereka, penyebaran radikalisme dimedsos itu gencar dan jika dibiarkan mereka akan berjaya, jangan kenal lelah kita terus lawan mereka.Cinta Indonesia, lawan mereka.Penyebaran kebencian, hoax dan fitnah dimedsos itu gencar, ustad abal2 dan ormas2 radikal, politikus/partai busuk, terus bergentayangan menyebarkan kebencian, hoax dan fitnah. Mereka membenturkan isu agama dengan pemerintah, toleransi dan Kebhinekaan, mereka ingin negara kita seperti negara Suriah,

Negara Suriah itu hancur karena isu agama dibenturkan dengan pemerintah, toleransi dan Kebhinekaan. Jangan kenal lelah kita terus lawan mereka.Cinta Indonesia, lawan mereka.Salut dan apresiasi yg tinggi utk semua teman2 saya di FB yg tetap eksis dan tidak takut melawan radikalisme.Itu semua karena kita cinta negara kita Indonesia, kita lawan mereka yg menyebarkan kebencian, hoax, fitnah, memprovokasi, mengadu domba dan memecah belah.Kita lawan mereka yg hendak mengganti dasar negara Pancasila menjadi khilafah, kita lawan mereka yg hendak merusak negara kita seperti Suriah.

SALAM DAMAI

Sumber : Status Facebook Asrof Husin

TAG TERKAIT :
Kelompok radikal Pancasila Bahaya Laten Radikalisme

Berita Lainnya