Kesehatan

Ingat! Lakukan Hal Ini Saat Positif Covid-19

Anas Baidowi - 18/06/2021 09:07
Ilustrasi
FOKUS : Covid-19

Beritacenter.COM - Semua orang ingin hasil tes covid-19 negatif. Namun jika ternyata hasilnya positif, dokter spesialis paru, Agus Dwi Susanto menyarankan agar melakukan langkah-langakah ini.

Jika hasilnya positif Covid-19, perlu dinilai dulu apakah masuk dalam ketegori orang tanpa gejala atau orang dengan gejala. Sementara itu penting untuk melaporkan ke Satgas Covid di tingkat RT/RW agar dilakukan pendataan dan pelaporan ke Puskesmas.

Setelah itu, akan dilakukan pelacakan dan penilaian terhadap orang yang positif jika layak isolasi mandiri atau perlu perawatan.

1. Orang tanpa gejala (OTG)
OTG wajib menjalani isolasi mandiri (isoman) sebaiknya dilakukan selama 14 hari.

Selama itu, OTG tidak mendapatkan pengobatan khusus namun cukup vitamin atau multivitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

2. Orang dengan gejala (ODG)
ODG perlu dibedakan jika gejala tergolong ringan, sedang dan berat. Penentuannya harus berkonsultasi dengan dokter atau tenaga medis. Agus menyebut banyak orang salah kaprah menilai gejala.

"Kadang ada kekeliruan. Merasa dirinya enggak ada gejala sama sekali. Kepikirannya gejala covid cuman batuk, pilek, sakit tenggorokan, jadi dianggap enggak ada gejala. Padahal yang dimaksud OTG itu yang benar-benar tidak ada gejala atau keluhan sama sekali," katanya.

Ketua Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) itu melanjutkan, orang semakin peka akan keluhan kesehatan apapun saat terdeteksi positif Covid-19. Tidak hanya keluhan seputar pernapasan, keluhan di luar pernapasan pun patur mendapatkan perhatian seperti lemas, sakit kepala, diare, hilang kemampuan penciuman.

Agus menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter secara virtual semisal konsultasi online untuk mengenal keluhan atau gejala yang dialami jika masuk dalam gejala Covid.

Pemeriksaan gejala bisa dilakukan di Puskesmas, klinik kesehatan atau rumah sakit. Di sini akan dilakukan pemeriksaan dasar yang lanjut minimal rontgen atau radiologis.

Agus menjelaskan, dari prosedur pemeriksaan ini akan diketahui kondisi paru pasien. Jika ada kelainan pada paru atau pneumonia maka pasien sudah masuk dalam kategori Covid gejala sedang.

Namun jika tak ada masalah dengan paru, pasien tergolong Covid gejala ringan dan biasanya akan dilanjutkan dengan isoman.

"Pasien yang gejala sedang mendapat perawatan di rumah sakit. Ini dicek kalau ada keterlibatan kelainan sistemik lain, tes darah, cek fungsi ginjal, fungsi liver," imbuhnya.

3. Isoman pada pasien bergejala
Pasien dengan gejala ringan biasanya hanya disarankan untuk isoman selama 14 hari. Selain vitamin, pasien akan diresepkan obat sesuai gejala misal pasien yang demam akan diberikan obat demam.

"Pasien juga akan diberikan antivirus. Kalau menurut pedoman, pasien bergejala ringan akan mendapat antivirus. Dokter akan memberikan antivirus misal oseltamivir," kata Agus.


Di samping itu, tidak masalah jika pasien ingin mengonsumsi suplemen herbal. Namun yang tidak kalah penting, pastikan konsumsi makanan bergizi, cukup cairan, ruang isolasi yang berventilasi dan cukup cahaya matahari.

4. Pemantauan rutin
Jika memungkinkan, pasien memiliki alat seperti termometer dan oximeter untuk memantau suhu dan tingkat saturasi oksigen darah. Agus berkata pemantauan juga baik jika ada pemantauan tekanan darah. Pasien musti waspada dengan tanda-tanda 'bahaya' selama isoman sebab ini berarti pasien sebaiknya dibawa ke fasilitas kesehatan.

- Frekuensi napas
Bermodal stopwatch di ponsel, ukur napas normal selama semenit. Satu hitungan napas berarti satu tarikan dan satu hembusan. Normalnya, lanjut Agus, jumlah napas orang dewasa dalam satu menit sebanyak 16-20. Jika napas menjadi cepat semisal 24-30, ini harus segera dibawa ke dokter.

- Demam
Demam yang tidak kunjung turun selama tiga hari berturut-turut selama isoman.

- Denyut nadi
Denyut nadi sebaiknya dipantau rutin. Normalnya, denyut nadi orang dewasa sebanyak 80-90. Jika makin cepat misal di angka 100 atau lambat di angka 30, sebaiknya ini jadi perhatian.

- Tingkat saturasi oksigen
Oximeter digunakan untuk mengukur tingkat saturasi oksigen dalam darah. Tingkat saturasi oksigen disebut normal jika menunjukkan antara 95-100 persen. Tingkat saturasi di bawah 90 dianggap sangat rendah.

- Perhatikan kondisi tubuh dan gejala
Perlu waspada jika Anda merasakan gejala makin berat padahal awalnya hanya ringan. Tadinya merasa biasa saja lalu lemas. Ini perlu mendapat perhatian.

TAG TERKAIT :
Berita Kriminal Indonesia Berita Center Covid-19 Yang perlu dilakukan jikan positif covid

Berita Lainnya