Opini

Sembako dan Pendidikan yang Dipajaki

Indah Pratiwi - 19/06/2021 16:30
Oleh : Buyung Kaneka Waluya

Kemarin ada teman-teman….; yang membahas tentang pajak sembako dan pajak pendidikan. Komentarnya sama… ; pemerintah sudah gak punya duit…, sehingga apa saja dikenakan pajak. Saya tidak komentar…, karena saya belum tahu bahwa pemerintah akan mencanangkan hal itu. Tapi saya yakin…, yang diketahui oleh teman-teman tersebut hanya sepotong-sepotong. Rumor yang berkembang tentang pajak sembako dan pendidikan itu sengaja ditiupkan pihak oposisi…., terutama PKS…; tanpa menyentuh esensi dari RUU tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.

Memang….; perubahan paradigma perpajakan sebagai bagian tak terpisahkan dari reformasi perpajakan…, menetapkan semua barang dan jasa kena pajak….; termasuk sembako dan pendidikan. Tetapi…, ini tolong diperhatikan…; tarifnya tidak lagi satu. Tarif akan ditetapkan beragam…., sesuai dengan asas keadilan. Sistem PPN kita…., diubah menjadi sistem GST (Goods and Services Tax). PPN akan beragam tarifnya…., namun cakupannya luas.

Semua barang dan jasa…., akan kena pajak. Karena beragam…, maka lebih mudah pemerintah membuat kebijakan atas dasar keadilan. Contoh sederhana….:Sembako walau masuk obyek pajak…., bisa saja tarifnya 0%. Karena apa….?Yaitu jika sembako itu tidak dihasilkan dari proses industri. Tetapi…., jika sembako itu dihasilkan oleh ‘estate food’…., tentu kena pajak…., jadi tidak 0%. Itu karena mereka sudah dapat insentif luas lahan.

Demikian juga lembaga pendidikan yang dikelola tradisional…., bisa saja pajaknya 0%…, alias tidak kena pajak. Tetapi lembaga pendidikan yang dikelola secara modern…., tentunya ya harus kena pajak PPN. Reformasi pajak juga mengubah struktur pajak penghasilan…., baik orang pribadi maupun badan usaha.

Mengapa….? Karena pada saat sekarang…., banyak orang kaya atau badan usaha yang tidak memberikan dampak luas bagi tersedianya angkatan kerja. Tentu pribadi atau badan usaha seperti itu…, akan beda dengan orang yang kaya atau badan usaha yang membangun usaha yang melibatkan angkatan kerja. Tentu tarif ada yang ditambahkan…., dan ada yang kurangi. Jadi…., tarifnya tidak sama lagi tarif seperti sebelumnya.

Unsur keadilan akan terbentuk…., dan mendorong orang untuk masuk ke sektor real.Jadi pahami dulu RUU nya…., jangan buru buru paranoid. Kalau kita tidak berubah…., ya kapan kita akan berubah. Kan lucu ketika kita sudah masuk reformasi…., tetapi sistem perpajakan masih memakai era Soerharto. Apa arti reformasi…., kalau aturan Soeharto tidak diubah….? Semoga dapat dipahami…, jangan pemahamannya hanya sepotong-sepotong.

Rahayu

Sumber : Status Facebook Buyung Kaneka Waluya

TAG TERKAIT :
Sembako Kena Pajak Sembako Dan Pendidikan Kena Pajak Pendidikan Kena Pajak

Berita Lainnya