Kriminal

Kakek di Pekalongan Tewas Dianiaya Usai Coba Gagalkan Perampokan di Rukonya

Aisyah Isyana - 21/06/2021 19:31

Beritacenter.COM - Nahas, nasib seorang kakek di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Agus Susanto (74). Dia tewas usai berupaya menggagalkan ajsu perampokan di rukonya sendiri. Tak hanya menewaskan sang kakek, pelaku juga melukai dua korban lainnya, yakni Lianawati (62) dan Heni Kusumawati (70).

Insiden maut itu terjadi di sebuah ruko di Sragi, Kabupaten Pekalongan, Minggu (20/6) malem. Kasus ini disebut polisi merupakan upaya pencurian dengan pemberatan, namun bernuntung tak ada barang berharga yang hilang.

Baca juga :

"Kejadian semalam, kami datang ke TKP untuk mengecek, memang benar ada semalam ada kejadian 365 (pencurian dengan pemberatan) di wilayah Polsek Sragi," ujar Kasat Reskrim Polres Pekalongan AKP Akhwan Nadzirin di RSUD Kraton, Pekalongan, Senin (21/6/2021).

Akhwan menyebut saksi mengaku jika pelaku berjumlah satu orang. Guna membobol ruko korban, pelaku masuk toko dan langsung menganiaya dua korban wanita yang ditemuinya di dalam toko tersebut.

"Pelaku ini, pelaku tunggal, melakukan aksinya seorang sendiri. Ia masuk ke toko, kemudian menutup pintu toko. Saat masuk toko ini, diketahui oleh dua korban wanita, kemudian terjadi penganiayaan," jelasnya.

"Di situ terjadilah penganiayaan, sehingga mengakibatkan salah satu daripada pemilik toko meninggal dunia," terang Akhwan.

Akhwan menyebut pelaku menganiaya korban dengan memukulnya dengan tong sampah. Akhwan meyebut pelaku tak menggunkan senjata tajam (sajam).

"Untuk korban yang luka, yakni seorang ibu-ibu lukanya di kepala. Kalau dari keterangan semalam, itu bukan karena senjata tajam. Tetapi dipukul dengan bak atau tong sampah, sehingga membuat luka sayat di wajahnya," ujar Akhwan.

Pihak kepolisian sempat mendapati sebuah kapak di sekitar tempat kejadian perjara (TKP). Hanya saja, kapak itu tidak digunakan pelaku saat menganiaya korban.

"Untuk kapak ditemukan memang, tetapi berdasarkan informasi yang kami dapat itu belum digunakan pelaku untuk menganiaya. Informasinya hanya untuk menakut-nakuti," katanya.

Lebih lanjut, keterangan korban menyebutkan jika pelaku langsung kabur setelah mendapati salah satu korbannya berdarah. Dipastikan tak ada barang yang hilang dalam upaya pencurian tersebut.

"Dari olah TKP awal semalam, kami tidak menemukan kerugian material. Tidak ada barang toko yang hilang. Untuk motifnya, saat ini masih kami selidiki, karena anggota kami dari semalam sampai hari ini masih di lapangan dan terus menyelidiki. Pengumpulan alat bukti dan saksi," terang dia.

Untuk jasad korban bernama Agus, telah diautopsi oleh tim inafis Polda Jaten g hari ini. Usai diautopsi, jenaha korban langsung dibawa ke Yayasan Gotong Royong untuk disemayamkan.

"Ya sudah dilakukan autopsi di RSUD Kraton. Hasilnya belum ada, nunggu seminggu lagi. Korban meninggal akibat dianiaya pelaku dengan benda tumpul," jelasnya.

TAG TERKAIT :
Pembunuhan Pekalongan Pencurian Penganiayaan Berita Kriminal Indonesia

Berita Lainnya