News

Soroti Lonjakan Kasus COVID, Komisi II Minta Anies Pertimbangkan Lockdown 14 Hari

Aisyah Isyana - 22/06/2021 10:50

Beritacenter.COM - Komisi II DPR mendorong penerapanan lockdown di DKI Jakarta, sebagai upaya penanggulangan COVID yang menggila di DKI. Komisi II meminta agar Gubernur Anies Baswedan dapat membicarakan usulan lockdown ke pemerintah pusat.

"Jika di Jakarta lonjakan penularan COVID-19 pada kenyataannya tidak terkendali, maka ada ada baiknya opsi lockdown DKI selama 14 hari dipertimbangkan oleh Gubernur Anies Baswedan," kata Wakil Ketua Komisi II Luqman Hakim kepada wartawan, Senin (21/6/2021).

Baca juga :

Tak hanya itu, Luqman juga menyoroti soal vaksinasi COVID-19 di DKI, agar dapat lebih dikebut lagi. Dengan begitu, dapat tercapai target kekebalan komunal atau herd immunity.

"Terpenting, apa pun keputusan pilihan pengendalian COVID-19 yang dipilih, mau tetap PPKM, PSBB, atau lockdown, urusan vaksinasi harus mendapatkan prioritas utama. Semakin cepat target vaksinasi nasional 181 juta orang tercapai, semakin cepat pula akan terbentuk kekebalan komunal," kata dia.

Luqman menyebut vaksinasi COVID-19 sebagai solusi masa panjang. Sementara lockdown disebutnya sebagai solusi masa pendek yang dapat dijadikan opsi untuk keadaan saat ini.

"Vaksinasi untuk wilayah DKI harus digenjot agar bisa menjangkau minimal 70% dari warga penghuni DKI dalam waktu dekat. Tanpa keseriusan menjalankan program vaksinasi, skenario lockdown pun tidak berguna dalam jangka panjang," kata dia.

Menurutnya, Gubernur Anies harus berkoordinasi dengan pemerintah jika ingin menerapkan lockdown. Adapun hal itu diatur dalam Instruksi Mendagri Nomor 13 Tahun 2021

"Jika ada daerah yang akan mengambil keputusan penanganan COVID-19 di luar instruksi Mendagri Nomor 13/2021, harus berkoordinasi dengan pemerintah pusat," katanya.

TAG TERKAIT :
Komisi II DPR Virus Corona Lockdown Lonjakan COVID-19 Lockdown Jakarta

Berita Lainnya