Ekonomi

Uang Kripto Halal atau Haram?

Lukman Salasi - 22/06/2021 15:06

BeritaCenter.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) buka suara terkait halal atau haramnya uang kripto yang jadi perdebatan di Indonesia atau dunia. Menurutnya, halal atau haramnya aset digital tersebut tergantung dengan adanya izin dari otoritas.

"Menurut saya, tidak perlu disimpulkan haram atau tidaknya, izin dari otoritas (jika sudah ada) cukup dijadikan alasan bahwa kedudukan kripto sebagai uang, dan merupakan dasar dibolehkannya untuk dijadikan alat transaksi," tutur Sekretaris Badan Pelaksana Harian (BPH) Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia/DSN-MUI, Jaih Mubarok, Senin (21/6/2021).

Menurut MUI ada dua kriteria yang harus dipenuhi agar uang kripto bisa menjadi alat tukar. Jaih menjelaskan ada dua kriteria, pertama bisa menjadi media alat tukar yang bermanfaat dan diterbitkan oleh lembaga yang memiliki otorisasi untuk menerbitkan uang.

"Pertama, substansi benda tersebut tidak dapat dimanfaatkan secara langsung, ia hanya sebagai media untuk memperoleh manfaat, dan kedua, diterbitkan oleh lembaga yang memiliki otoritas untuk menerbitkan uang sebagaimana disampaikan oleh Muhammad Rawas Qal'ah Ji," jelasnya.

Namun, hingga saat ini menurut pandangan MUI, uang kripto bukan alat pembayaran yang sah. Ada sejumlah alasan yang menjadi catatan MUI.

Dalam analisis MUI berjudul Shariah Analysis of Bitcoin, Cryptocurrency, and Blockchain dijelaskan bitcoin bukan termasuk alat transaksi pembayaran yang sah, pertama karena belum jelasnya siapa yang menerbitkan bitcoin. Selanjutnya, tidak adanya otoritas pusat atau pemerintah yang mendukung.

TAG TERKAIT :
MUI Berita Center Uang kripto Hala atau Haram

Berita Lainnya