Opini

MEMUSUHI MANUSIA DEMI MELAWAN MUSUH IMAJINER

Indah Pratiwi - 22/06/2021 21:00
Ditulis Oleh : Tito Gatsu

Banyak hal yang kita lihat akhir-akhir ini yang bisa kita petik dan ambil pelajaran dari kehidupan khususnya di Indonesia , betapa orang rela melakukan halusinasi bersama untuk menyerang orang lain atau memusuhi orang lain dengan menciptakan lawan imajiner tentunya dibarengi dengan bahasa- bahasa apokaliptik atau bahasa wahyu Illahi untuk melakukan Holly war atau perang suci yang sebenarnya adalah penanaman kebodohan masive pada diri seseorang, misalnya dengan memprovokasi siswa sekolah untuk perusakan makam Kristen di Solo membangkitkan isyu PKI, memerangi Israel dan bela Palestina yang ujung-ujungnya dapet bagi hasil donasi.

Kemudian mempengaruhi massa dengan memaksa memandang kelompok lain lebih rendah, seperti kafir, dungu, antek zionis, Pemerintahan thogut dan sebagainya , hal ini terus secara masive dilakukan oleh para politikus busuk untuk menguasai Parlemen dan secara perlahan merubah undang- Undang untuk melanggengkan kekuasaan mereka.

Ada satu kengerian yang ada dihati saya bila melihat perkembangan sebuah negara, seperti misalnya Iran , dimana pemimpinnya selalu membanggakan akan kesucian agama dengan menyerukan holly war bagi yang berbeda, misalnya bangsa Istael tidak boleh ada dimuka bumi, dan lain sebagainya walaupun banyak protes dari warga negaranya sendiri tetapi sudah terlambat karena semua sudah menjadi Undang-undang dan haluan negara.

Di Indonesia walaupun belum terlambat tapi sudah mulai dilakukan , seperti Undang -undang penistaan Agama yang cenderung diskriminatif, beberapa perda syariah dibeberapa daerah bahkan ada penerimaan mahasiswa langsung diterima di Fakultas kedokteran sebuah Univeraitas negri bila hafis dan hafal Qur'an hingga ultimatum Anggota DPRD di Kabupaten Bogor dan Tasik Malaya yang meminta Habib Rizieq Shihab dibebaskan . Itu semua adalah upaya menciptakan ketakutan imajiner yang tujuannya menjadi hukum dan alat kekuasaan kelompok tertentu dan jelas mengkhianati kedaulatan rakyat.

Setahun yang lalu kita pernah melihat peristiwa yang sangat miris dengan saling bunuh yang terjadi di Perancis dan terus terang lebih miris lagi dengan tanggapan orang-orang Indonesia terhadap peristiwa tersebut.

Sebenarnya apa yang didapat dari peristiwa tersebut??

Semua hanya memperluas kebencian dan menambah kebodohan , jika Kita tau semua yang membunuh itu sakit atau bermasalah, seharusnya berpikir bagaimana mengatasi masalah itu!!

Bukan dengan kebodohannya bersikap reaktif bahkan melakukan balas dendam , orang bodoh memang cenderung emosional !

Bayangkan seorang yang punya khayalan imajiner membantai orang yang berbeda keyakinan bisa masuk sorga , apakah Itu bukan kebodohan?

Dan bayangkan bila seorang Macroon yang dinegaranya yang sudah berabad-abad menganut liberalisme dan termasuk salah satu negara yang Paling banyak menerima pengungsi dari Negara Timur Tengah akibat konflik yang diakibatkan Fasisme yang mengatas namakan islam membiarkan orang bebas berimajinasi dengan pikirannya sendiri dianggap kebodohan?

Luar biasa Imajinasi bisa menyulut emosi dan membangkitkan Fasisme , saya sebenarnya tidak begitu perduli dengan kejadian Itu Karena bagi saya yang Penting dari agama adalah keutamaan Akhlak individunya tapi memang lain ceritanya jika Agama dibalut dengan Fasisme .

Jikalau agama sudah dijadikan dasar identitas eksklusif, maka akan kehilangan spiritualitasnya. Yang menjadi penting kemudian, bukan lagi perdebatan bebas tentang Tuhan, doa atau meditasi, tapi mendengar khotbah pemimpin sekaligus menelan bulat-bulat khotbahnya tanpa berpikir secara kritis.

Kalau sudah begitu, agama hanya menjadi ekspresi hubungan antar manusia, bukan lagi ekspresi hubungan individu dengan Tuhan, karena individu menjadi ‘hilang‘ dalam ideologi identitas. Melalui identitas agama yang sempit, agama bisa diperalat ideologi fasis supaya musuh diwujudkan bahkan musuh imajiner dari perbedaan pendapat.

Semoga Tetap bisa menempatkan kemanusiaan diatas Agama Karena pada hakekatnya agama bertujuan untuk perdamaian dunia , seperti ungkapan Gus Dur sang guru Bangsa Indonesia :

"Memuliakan manusia berarti memuliakan Penciptanya, menistakan dan merendahkan manusia berarti menistakan dan merendahkan Penciptanya!".

Bangsa yang dewasa adalah bangsa yang mempunyai masyarakat Pro aktif Terhadap sebuah permasalahan bukan reaktif dan kemudian senang menyalahkan.

Salam Kedaulatan Rakyat
Tito Gatsu.

Berita Lainnya