Opini

God Bless You, Pak Jokowi

Indah Pratiwi - 23/06/2021 21:07
Oleh: Marsda TNI Pur Prayitno Wongsodidjojo Ramelan (Pengamat Intelijen)
FOKUS : Jokowi

Presiden jokowi berulang tahun yg ke-60. Selain mengucapkan selamat, rasanya penulis perlu menulis sedikit tentang sosok pria sederhana ini yang mendapat takdir jadi presiden, yang menurut Gus Mus, kita tahu takdir apabila sudah kejadian.

Ir. H. Joko Widodo atau lebih suka dan popular dipanggil Jokowi, dilahirkan di Surakarta, Jawa Tengah, tanggal 21 Juni 1961 (hari ini berumur 60 tahun) adalah Presiden Indonesia yang mulai menjabat sejak 20 Oktober 2014, terpilih dalam Pemilu Presiden 2014.

Jokowi menjadi Presiden Indonesia pertama sepanjang sejarah yang bukan berasal dari latar belakang elite politik atau militer Indonesia. Ia terpilih bersama Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla dan kembali terpilih menjadi presiden bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada periode kedua dalam Pemilu Presiden 2019 Jokowi pernah menjabat Gubernur DKI Jakarta sejak 15 Oktober 2012 hingga 16 Oktober 2014 menang dalam pilkada didampingi Basuki Tjahaja Purnama sebagai wakil gubernur.

Sebelumnya, ia adalah Wali Kota Surakarta (Solo), sejak 28 Juli 2005 hingga 1 Oktober 2012 didampingi F.X. Hadi Rudyatmo sebagai wakil wali kota. Dua tahun menjalani periode keduanya menjadi Wali Kota Solo, Jokowi diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), dalam pilkada DKI JaKarta.

Sosok Jokowi dari Persepsi Intelijen Bila melihat sosok seseorang tokoh besar dari persepsi intelijen, pisau bedah yang digunakan adalah komponen intelijen strategis, yaitu ; Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial Budaya, Milhan, Biografi, Demografi, dan Sejarah.

Dari komponen biografi, hari kelahiran Jokowi (weton) dalam kalender Jawa adalah Rabu Pon. Berdasarkan Kitab Primbon, Betaljemur Adammakna, mereka yang lahirnya Rabo Pon memiliki pikiran yang kuat, pekerja keras, disiplin, dan bertanggung jawab pada tugas.

Dari siklus waktu kelahirannya, Jokowi lahir pada Wuku Sungsang. Dewa yang menaungi wuku Sungsang adalah Batara Gana. Wuku Sungsang menggambarkan seorang pekerja keras, mau berkorban tanpa pamrih, dan lancar rezekinya.

Dari komponen politik, Jokowi berpegang pada Ideologi Pancasila, seorang Nasionalis, tokoh asli dari suku Jawa, Muslim dengan karakter kepemimpinan yang kental budaya Jawa. Memiliki pengetahuan sebagai pengusaha, serta sangat memercayai TNI dan Polri sebagai penjaga keamanan negara. Tidak mudah dipengaruhi oleh pembantunya.

Saat wawancara Eksklusif Merajut Kembali Persatuan Bangsa, Jokowi menyebut kepada Retno Pinasti yang mewawancarai, tentang falsafah Jawa sebagai pegangan hidupnya, “Lamun Siro Sekti Ojo Mateni, Lamun Siro banter, Ojo Ndhisiki dan Lamun Siro Pinter, Ojo Minteri”.

Pemahaman falsafah serta kepercayaan Jawa lain seperti neptu jarang difahami penulis non Jawa, tetapi besar pengaruhnya dalam pengambilan keputusan pemimpin Jawa. Dari sisi psikologi politik, pada awalnya di level kepemimpinan Pemerintah Daerah, Jokowi menerapkan sense of politics ala wong cilik, bertahap dan terstruktur kegiatan turun kebawah, meninjau masyarakat hingga bersedia masuk ke got sangat besar nilainya bagi publik yang sebelumnya tersekat oleh birokrasi.

Kesan ini melekat di publik menjadikannya bagian dari rakyat yang sedang berjuang untuk maju. Jokowi sangat faham bahwa politik itu kotor, penuh intrik, pragmatis dan lebih memikirkan kelompoknya. Dalam periode lima tahun pertama, peran Wapres JK sangat besar sebagai sekondan untuk mengolah posisi dukungan di legislatif. JK sebagai problem solver dan fixer.

Pada Pilpres 2019 yang bergemuruh melawan Prabowo tokoh militer mantan pasukan khusus, strategi low profile Jokowi tetap memikat konstituen dan mampu menaklukan kegarangan taktik gebrak podium lawan politiknya itu. Jokowi kemudian menggandeng tokoh tak terbantahkan, dan mereka yang dia percayai sejak lama.

Prabowo mantan pesaingnya saat pilpres 2019 diangkat menjadi Menteri Pertahanan dan Sandiaga Uno menjadi Menteri Pariwisata. Ini keberanian dengan perhitungan yang luarbiasa.Dia meyakini Indonesia akan maju apabila sumber daya manusia ditingkatkan, dibangun infrastruktur, tol laut, dan penyederhanaan perijinan.

Karena itu akan lebih mempercepat berkembangnya perekonomian daerah dan mengundang datangnya investor. Ada sesuatu yang ditunjukkan dan dibuktikannya. Kita akan terkejut melihat jembatan hebat, jalan tol di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi. Bahkan Papua, banyak yang heran, tetapi itu akan membuat Papua bangkit pada masa depan.

Hanya seorang visioner yang dapat membuat prediksi masa depan, walau kini dinilai orang kurang bermanfaat. Dia jelas dimusuhi kakerlak yang selama ini menikmati posisi dan gurihnya jabatan basah, tapi dia berani. Nah, kini pria sederhana itu ternyata mampu berselancar di buih ombak politik dalam dan luar negeri.

Mereka yang jago-jago perang menjadi bagian dari strategi besarnya, lawan beratnya dinetralisir dengan kecerdasan, kecerdikan dan keputusan di luar dugaan. Perlahan tetapi pasti gejolak dalam negeri dapat diredamnya.

Pesaingnya pada pilpres diberi tempat terhormat bersama membangun Indonesia. Jokowi mencoba menyatukan kekuatan di dalam negeri baik yang sejalan maupun yang berlawanan. Dia mampu membuat dua negara AS dan RRT yang berseteru dan berebut porsi Indonesia, menjadi negara yang justru membutuhkan Indonesia.

Saat negara lain belum berani penuh menentukan solusi mengatasi corona virus covid19, Jokowi berani mengambil keputusan soal vaksin. Dalam menangani covid, saat negara lain yang berpenduduk diatas 200 juta porak poranda oleh virus, di sini dengan penduduk 271 juta, walau terpapar dan ada korban jatuh, tetapi tidak porak poranda, masih teratasi dan terkendali.

Tantangan demi tantangan dan ujian dia lalui terberatnya adalah pandemi Covid yang memengaruhi kesehatan dan perekonomian. Kini di saat sulit perekonomian Indonesia diramal akan tumbuh 4-7 persen. Oleh karena itu di ulang tahunnya ke-60 ini mari kita doakan semoga Presiden Jokowi selalu sehat, selamat memimpin negara yang berpenduduk 271 juta lebih ini dengan barokah Allah, Aamiin.

(Sumber: Facebook Prayitno Ramelan)

TAG TERKAIT :
Jokowi Joko Widodo Presiden Jokowi Jokowi Orang Baik Jokowi Orang Hebat Jokowi Orang Jujur Jokowi Orang Tegas Jokowi Tiga Periode Jokowi Mantul

Berita Lainnya