Nasional

Waspada! IDI Sebut 80 Persen Orang Indonesia Terkena Virus Corona Varian Delta

Lukman Salasi - 28/06/2021 14:38

BeritaCenter.COM - Wakil Ketua Umum Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Slamet Budiarto, menduga sebanyak 80 persen orang yang terkena virus corona di Indonesia adalah corona varian delta. Menurutnya, penularan varian delta itu sangat cepat.

"Penelitian LIPI itu 70-80 persen (orang terkena varian delta), kalau kita perkiraan IDI tuh 80 persen virus delta, karena sangat menular sekali, orang pakai masker tembus kok, masker satu lapis tembus, ini baru analisa kita ya, maka kita (anjurkan) 2 lapis," tutur Slamet, Senin (28/6/2021).

Virus Corona biasa, kata Slamet, untuk bisa menulari manusia butuh waktu 3 bulan. Tapi, varian delta ini hanya butuh waktu 2 hingga 3 minggu untuk menyebarkan virus.

"Virus lama butuh berapa bulan? 3 bulan kan? Oktober, November, Desember, Januari akhir meledak kan? Butuh waktu 4 bulan. Ini (varian delta) butuh waktu berapa? 3 minggu," jelasnya.

Slamet pun menyarankan pemerintah agar melakukan PSBB ketat seperti awal pandemi Corona. Slamet menilai itu efektif menurunkan kasus.

"Saran saya tenaga kesehatan itu sekarang sudah tertular kebanyakan, sudah vaksin, tertular lagi sehingga jumlah nakes kita sudah mulai kewalahan, sudah mulai kurang, ini harus kita hentikan dari hulunya, untuk mengurangi jumlah pasien yang ke rumah sakit dilakukan e-mobilisasi jadi mobilisasinya dihentikan, seperti PSBB pada saat di awal pandemi, kalau itu nggak bisa dilakukan ya sudah 4 jam aja misal orang kerja 8 jam, terus hanya dibolehkan 4 jam makanya PSBB yang dimodifikasi jadi ekonomi tetap jalan tapi (kasus) itu turun, cuma lebih lama, cuma kalau dilakukan seperti PSBB di awal pandemi itu cepat sekali (kasus turun)," ungkapnya.

Menurut Slamet, sisa virus itu kalau tidak ada pergerakan berhenti, mati dengan sendirinya. Oleh karena itu pemerintah diminta membatasi pergerakan masyarakat. Dia juga meminta pemerintah waspada akan bahaya virus Corona varian baru. Dia meminta pemerintah membatasi keluar masuk orang asing masuk.

"Ini masuknya virus delta ke Indonesia jadi pelajaran sangat berharga, di India sudah ada lagi varian delta plus, nah kalau nggak ketat lagi, kalau kita tak bisa kendalikan nanti meledak lagi. Jadi percuma kita melakukan PSBB kalau arus orang keluar-masuk tidak diatur juga dengan ketat," pungkasnya.

TAG TERKAIT :
Berita Center IDI Kasus Corona di Indonesia VIRUS COVID-19 Corona Varian Delta

Berita Lainnya