News

Polda Metro : 70 Petinggi Perusahaan Langgar PPKM Darurat Ditetapkan Tersangka

70-an tersangka. Kan (tiap perusahaan) ada yang dua (tersangka), ada yang tiga (tersangka). Rata-rata pemimpinnya ada yang CEO sama manajernya kan dia penanggung jawab

Aisyah Isyana - 09/07/2021 22:00

Beritacenter.COM - Polda Metro Jaya melakukan penyidikan terhadap 34 perusahaan non-esensial dan non-kritikal yang melanggar aturan PPKM darurat. Ada sebanyak 70 orang petinggi dari 34 perusahaan yang ditetapkan sebagai tersangka.

"Sampai dengan tadi malam sudah melakukan penyidikan sekitar 34 perusahaan yang kita segel," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (9/7/2021).

Baca juga :

Yusri menyebut 70 orang yang ditetapkan tersangka itu rata-rata adalah petinggi perusahaan. "Yang ditetapkan sebagai tersangka rata-rata pimpinan yang bertanggung jawab di perusahaan-perusahaan tersebut," jelas Yusri.

"70-an tersangka. Kan (tiap perusahaan) ada yang dua (tersangka), ada yang tiga (tersangka)," lanjut Yusri.

Menurutnya, 70 tersangka itu mayoritas berstatus sebagai CEO hingga manajer perusahaan. Dalam kasus ini, Yusri menilai para petinggi perusahaan itu merupakan pihak yang paling bertanggung jawab dalam meminta para karyawannya masuk ke kantor ditengah pandemi.

"Rata-rata pemimpinnya ada yang CEO sama manajernya kan dia penanggung jawab. Yang bertanggung jawab di sini adalah pimpinannya yang memang udah tahu itu non-esensial dan non-kritikal yang memaksakan pegawainya untuk tetap ngantor," jelas Yusri.

Lebih lanjut, Yusri menyebut puluhan tersangka itu akan dijerat dengan UU Nomor 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular. Para tersangka terancam satu tahun penjara dan denda Rp100 juta.

Sebelumnya, jajaran Polda Metro memang tengah memfokuskan pengawasan terhadap kantor-kantor non-esensial dan non-kritikal yang masih nekat beroperasi selama PPKM darurat. Polisi akan menindak tegas para bos perusahaan yang tidak berpihak pada keselataman para pekerjanya.

"Kita sikat majikan yang tidak berkepentingan kepada keselamatan dan kemanusiaan," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (8/7).

TAG TERKAIT :
Polda Metro Jaya Virus Corona Pandemi COVID-19 PPKM Darurat Kantor Non-Esensial Kantor Non-Kritikal Pelanggar PPKM Darurat

Berita Lainnya