Kriminal

Sebar Hoaks ! Pegawai BUMN di Cirebon Ditangkap Polisi

Baharuddin Kamal - 21/07/2021 17:34
Ilustrasi.

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian menangkap seorang Youtuber berinisial ISP (31) di Cirebon, Jawa Barat, lantaran nekat meyebarkan informasi hoaks terkait kericuhan di Pasar Jagasatru, Kota Cirebon, Jawa Barat, akibat penerapan PPKM darurat.

Konten kericuhan yang terjadi di Pasar Jagasatru itu sengaja di unggah oleh pelaku dengan niat menaikan viewers di kanal Youtube miliknya. Konten tersebut, kata dia, termasuk ke dalam informasi hoaks karena lokasi pada video itu bukan di Kota Cirebon.

Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota, AKP I Putu Asti Hermawan Santosa mengatakan, konten kericuhan yang diunggah oleh pelaku diketahui bukanlah di Pasar Jagasatru, melainkan di wilayah Belawan, Sumatera Utara.

"Dia karyawan salah satu BUMN. Kerja sampingan sebagai Youtuber. Maksud hati ingin mendulang kembali view konten. Mendapati video ricuh pasar. Diunggah agar menarik khlayak ramai bahwa itu kerusuhan Pasar Jagastru," kata Asti kepada wartawan, Rabu (21/7/2021).

Asti menerangkan, berita hoaks yang disebarkan pelaku berpotensi menimbulkan kekhawatiran publik di tengah penerapan PPKM darurat di Kota Cirebon. Oleh karena itu, pihaknya langsung bergerak cepat mengamankan pelaku.

"Akun pelaku kami dalami dan amankan satu orang pelaku. Terduga atas nama, ISP warga Kecamatan Kesambi. Kemudian berdasarkan keterangan pelaku, mengakui video tersebut untuk meningkatkan viewers," ujarnya.

Sebelumnya, lanjut Asti, pelaku sempat mengunggah video yang berisi tentang jebolnya penyekatan di wilayah Kerucuk. Video itu kemudian mendapat viewers cukup banyak. Sehingga mendorong pelaku untuk melakukan hal serupa, dengan menyebar video hoaks kericuhan di Pasar Jagasatru.

Selain mengamankan pelaku, pihaknya menyita barang bukti berupa handphone milik pelaku yang digunakan mengunggah video hoaks tersebut.

"Sempat mengunggah satu video terkait jebolnya pembatas perempatan krucuk akibat PPKM. Ada lonjakan viewer. Begitu dia mengunggah itu. Langsung naik dua ribuaan. Motifnya adalah meningkatkan adesene dari konten yang dia miliki," ucap Asti.

Akibat perbuatannya, pelaku bakal dijerat Pasal 14 Ayat (1) UU RI Nomor 1 Tahun 1946, tentang penyebaran berita bohong yang menyebabkan kegaduhan Masyarakat, dengan ancaman kurungan penjara maksimal 10 tahun.

TAG TERKAIT :
POLISI Jawa Barat Berita Kriminal Indonesia Berita Center BUMN Berita Hoaks PPKM Darurat

Berita Lainnya