Opini

Memimpin dengan Hati

Indah Pratiwi - 27/07/2021 11:40
Oleh : Muhammad Nurdin
FOKUS : Jokowi

2009 silam, saat itu Pak Jokowi masih menjabat sebagai Walikota Solo. Ia diundang United Nations on Nairobi untuk berbicara di hadapan 3000 peserta tentang keberhasilannya merelokasi para PKL yang telah membuat kawasan hijau Banjarsari sumpek. Kisahnya membuat banyak orang tertawa geli. Bukan karena penuturannya, tapi karena ceritanya yang lucu dan menginspirasi.

Di kawasan Banjarsari ada 989 PKL yang telah bermukim selama lebih dari 20 tahun. Mereka tergabung dalam 11 paguyuban. Sudah lima periode Walikota berlalu, tapi masalah ini tak kunjung selesai. Bahkan, Balaikota sudah tiga kali dibakar, imbas dari program relokasi. Pak Jokowi punya cara unik memecahkan masalah. Ia mengundang kesebelas ketua paguyuban makan siang dan malam. Ternyata, yang memenuhi undangan berlipat, 40 orang yang datang. Lengkap dengan tim advokasi dan LSM kemanusiaannya.

Mereka tahu, Pak Walikota pasti mau memindahkan mereka. Selesai makan bersama, Pak Jokowi menyuruh mereka pulang. Kata mereka bingung, “Ini makan doang pak? Gak ada omong-omong pak?”Jawab Jokowi simpel, “Ya memang cuma makan-makan. ”Undangan kedua, ketiga, keempat dan seterusnya pun begitu. Mereka makan sambil bercerita banyak tentang kehidupannya kepada Pak Jokowi. Ia jadi tahu apa yang mereka perlukan, apa harapan mereka kepada Pemerintah.

Sampailah ke undangan yang ke-54, undangan terakhir. Karena pada malam itu Pak Jokowi akhirnya meminta agar mereka mau dipindahkan ke tempat yang baru, yang lebih bagus. “Gimana, mau dipindahkan?” Tanya Jokowi. Mereka saling lirik-lirik. Sampai akhirnya mereka sepakat. “Mau pak,” jawab mereka ringkas. Saat ia menjabat sebagai Gubernur DKI. Tantangan terbesar adalah menertibkan bangunan-bangunan liar. Puluhan tahun warga mendiami bantaran kali juga waduk. Menjadikan Ibukota makin semraut dengan masalah-masalah sampingan yang makin kompleks.

Pak Jokowi bisa mengambil sikap dingin dengan tangan besi untuk menyelesaikan masalah. Gusur semua tanpa ampun. Tapi ini bukan gaya memimpinnya. Ia memimpin dengan hati. Mengajak warga bercerita tentang masalah yang mereka hadapi. Lalu menciptakan jalan keluar terbaiknya. Dibangunlah banyak Rusun di Ibukota. Tempatnya nyaman dan layak. Listrik, air dan sewa murah. Ibukota pun makin tertata. Dan titik-titik banjir makin berkurang. Cerita di atas hanya sebagian kecilnya, dari rekam jejak Pak Jokowi menyelesaikan berbagai masalah di tempat-tempat yang berbeda. Kini beban tugasnya makin banyak. Permasalahan makin meluas.

Di berbagai jurusan orang-orang memanggilnya untuk segera bertindak. Tapi Jokowi adalah Jokowi. Ia seorang manusia biasa dengan dua kaki dan dua tangan. Kini ia tengah berkonsentrasi menyelesaikan masalah pandemi. Anggaran besar dikucurkan demi menyelematkan banyak nyawa. Lobi-lobi dijalankan untuk mendapatkan vaksin sebagai upaya herd immunity. Rekam jejak Pak Jokowi adalah jaminan tentang bagaimana ia bertindak dan mencarikan jalan keluar terbaiknya. Saya yakin Pemerintah tidak pernah diam. Mereka terus bergerak untuk menyudahi pandemi ini. Tak peduli seberapa banyak hoax diorbitkan untuk mengacaukannya. Tak peduli seberapa degil orang-orang yang belum juga siuman dari halu politiknya.

Demo bukanlah proses demokrasi yang arif dan bijaksana untuk saat-saat ini. Ia hanya akan menambah luas sebaran virus. Memenuhi hati dan pikiran publik dengan kebencian dan amarah. Tanpa memberikan sedikit pun jalan keluar. Jika Presiden tumbang, sesuai dengan birahi politik demo hari ini, siapa yang bisa jamin negeri ini akan lebih baik? Kalau ada, coba jelaskan! Saya teringat Pak Jokowi pernah mengatakan ini setelah berhasil merelokasi 989 PKL ke lokasi baru, “Orang bilang, saya berhasil memindahkan PKL karena mereka diajak makan. Padahal tidak seperti itu. Saya ini hanya berusaha nguwongke wong -memanusiakan manusia.”

Sumber : Status Facebook : Muhammad Nurdin

TAG TERKAIT :
Jokowi Jokowi Orang Baik Jokowi Presiden Ku Jokowi Orang Jujur Jokowi Orang Tegas

Berita Lainnya

LBP MENGGUGAT

Opini 24/09/2021 12:00