Nasional

Begini Strategi Risma Agar Dana Bansos COVID-19 Tidak Dikorupsi

Lukman Salasi - 27/07/2021 14:11

BeritaCenter.COM - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharani mengungkapkan beberapa strategi yang dilakukan pihaknya agar dana bansos tidak dikorupsi.

"Pertama kami memperbaiki kualitas data kami untuk supaya lebih akuntabel, pertama mensinkronkan data di Kemensos kemudian memadatkan dengan data kependudukan," kata Risma dalam konferensi pers secara virtual, Senin (26/7/2021).

Dengan upaya pertama tersebut, kata Risma, pihaknya telah menertibkan 21 juta data penerima bansos ganda. Cara yang kedua, Risma memperbaiki mekanisme penyaluran bantuan sosial.

"Mekanisme kita perbaiki, Januari sampai sekarang menyalurkan dalam bentuk transfer uang di bank, khusus beras dilakukan oleh Bulog, langsung mengirim ke keluarga penerima manfaat," ujarnya.

Risma juga menggandeng sejumlah pihak untuk meluncurkan software terkait bansos. Aplikasi itu diharapkan dapat membuat kemudahan warga dalam berbelanja.

"Mudah-mudahan nanti kita bisa launching tanggal 17 Agustus. Kami dibantu oleh BI dan juga dalam pengawasan OJK dibantu dengan teman-teman muda yang bekerja di sektor fintech dan e-commerce untuk menggunakan aplikasi. Jadi nanti belanja bisa di mana saja bukan di e-warung saja tapi bisa di mana saja menggunakan fitur itu," kata Risma.

Fitur di aplikasi itu akan memudahkan pemerintah dalam membatasi penggunaan bansos yang tidak sesuai. Seperti tidak boleh digunakan untuk membeli rokok dan minuman keras.

"Ini juga bisa memberikan dampak kita akan cut sesuai dengan perintah Bapak Presiden, tidak ada lagi belanja untuk rokok, tidak ada lagi belanja untuk minuman keras. Maka dengan fitur itu kita bisa membatasi tidak ada lagi belanja karena tidak bisa keluar uang bayarannya kalau itu digunakan untuk membeli minuman keras dan rokok," tandasnya

TAG TERKAIT :
Berita Center Dana Bansos Menteri Sosial Bansos Covid-19 Cegah Korupsi Strategi Mensos

Berita Lainnya