News

DPRD Pekalongan Minta Polisi Usut Mafia Penyebab Set Oksigen Dijual Rp6,8 Juta

Aisyah Isyana - 27/07/2021 16:05
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pekalongan, Candra Saputra

Beritacenter.COM - Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pekalongan, Candra, menyoroti cerita warga yang mengaku membeli satu set tabung oksigen satu kubik senilai Rp6,8 juta. Dia meminta pihak kepolsian segera mengusut dalang dari tingginya harga oksigen itu.

"Kenyataanya di lapangan harga tinggi. Coba dicek tempat lain (toko/apotek penyedia), kalau harga sama tinggi, berarti ada yang harus dicari masalahnya, sumbernya kenapa harga begitu tinggi. Usut mafianya," kata Candra kepada detikcom, Selasa (27/7/2021).

"Jangan kita korbankan masyarakat yang kian terhimpit dalam kondisi seperti ini. Keadilan perlu kita perjuangkan bersama-sama," sambungnya.

Baca juga :

Kedepannya, Komisi II DPRD Pekalongan yang membidangi perekonomian ini berharap agar situasi sulit ditengah pandemi tidak dimanfaatkan untuk mecari keuntungan. Guna mencegah oknum tak bertanggung jawab, dia meminta pemerintah meriview ulang regulasi penjualan oksigen di lapangan.

"Harapan saya, penegak hukum melihat kasus ini secara utuh, kenapa di pasaran harga bisa tak terkendali, regulasinya dari atas sampai ke bawah seperti apa. Pastinya akan ditemukan di satu mata rantai yang salah, yang membuat harga tinggi sampai ke tangan konsumen," tegasnya.

Selain itu, Candra juga meminta masyarakat yang mengungkap kasus mahalnya harga tabung oksigen ini mendapat perlindungan hukum. "Ya kita apresiasi pada warga yang bersangkutan. Harus kita lindungi," katanya.

Untuk diketahui, salah satu warga Pekalongan bercerita pengalamannya saat membli satu set tabung oksigen seharga Rp6,8 juta dari salah satu apotik di Kecamatan Kajen. Pemilik apotek menyebut pihaknya sudah menjual tabung oksigen dengan harga tinggi sejak 19 Juli 2021. Dia berdalih pihaknya menjual dengan harga tinggi, karena juga mendapat barang dengan harga tinggi.

"Terakhir jual (harga tinggi) Rp 6,8 juta full set itu. Nah kayak gitu, kalau kita dapat harganya tinggi, otomatis kita jual juga tinggi, menyesuaikan gitu," ujar pemilik apotek Yopi Maulana seperti dilansir detik.

"Sedangkan kalau dapatnya harga murah, nggak mungkin kita jual harga segitu. Kita juga tak mau monopoli harga oksigen, sudah dari sananya, kalau kita jual dengan harga yang tinggi, bukan berarti kita mainkan harga. Kita memang dapat ya harganya sudah tinggi," sambungnya..

TAG TERKAIT :
Pekalongan Pandemi COVID-19 Komisi II DPRD Kabupaten Pekalongan Oksigen Mahal Tabung Oksigen Mahal

Berita Lainnya