News

WHO : Meski Terjadi Penurunan Kasus di DKI, Angka Penularan Masih Tergolong Tinggi

Aisyah Isyana - 29/07/2021 13:57

Beritacenter.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan agar Indonesia tetap melanjutkan pembatasan ketat, guna menekan penyebaran virus Corona (COVID-19). Terlebih, tingkat penularan virus di Indonesia masih tergolong tinggi.

Meksi terjadi penurunan kasus di DKI Jakarta, WHO menilai angka penularan virus Corona di DKI masih tergolong tinggi. Untuk itu, pembatasan ketat dinilai penting dilakukan guna mencegah penyebaran virus COVID-19.

Baca juga :

"Jawa dan Bali telah mengalami peningkatan tajam dalam angka kejadian sejak Juni. Kasus mingguan COVID-19 meningkat di enam provinsi selama minggu 19-25 Juli. Meskipun DKI Jakarta melaporkan penurunan kasus, itu tetap pada tingkat tertinggi dari skenario penularan komunitas dalam enam minggu terakhir. DI Yogyakarta juga tetap berada di CT4 pada tiga minggu terakhir," jelas WHO..

Adapun imbauan itu tertuang dalam Situation Report-65 yang dirilis WHO, Kamis (29/7/2021). WHO rutin merilis situation report ini setiap pekannya. WHO juga berpesan agar warga dapat disiplin menerapkan protokol kesehatan ketat guna mencegah penularan.

"Upaya menekan penularan lewat implementasi ketat pembatasan sosial dan penanganan kesehatan masyarakat (public health and social measure-PHSM) perlu dilanjutkan dan dipercepat," demikian saran WHO.

"Sangat penting bagi masyarakat untuk terus berlatih menjaga jarak fisik, mencuci tangan, menggunakan masker, menghindari keramaian, tertutup dan pengaturan kontak dekat, dan memastikan ventilasi yang baik untuk membatasi penyebaran COVID-19 lebih lanjut," lanjut keterangan itu.

Adapun saran yang diberikan WHO itu berangkat dari data kasus mingguan Corona di tujuh provinsi Indonesia. Dimana tingkat penularan masih sangat tinggi dan terjadi per 110 ribu penuduk.

"Dari 19 hingga 25 Juli, tingkat penularan komunitas tertinggi (CT4) diamati di tujuh provinsi, berbeda dengan enam di minggu sebelumnya; tingkat penularan yang sangat tinggi per 100 ribu penduduk dilaporkan di DKI Jakarta (688,6), DI Yogyakarta (362,9), Kalimantan Timur (248,9), Kalimantan Utara (213,3), Kepulauan Riau (208.1), Papua Barat (198,1) dan Kepulauan Bangka Belitung (178,0)," tulis WHO dalam laporannya.

Tak hanya itu, terpantau ada peningkatan penularan kasus hingg 25% di 10 provinsi. Dimana penularan kasus COVID-19 ini 50% terjadi di Kalimantan Utara dan Kalimantan Selatan.

"Sepuluh di antara provinsi tersebut mengalami peningkatan di atas 25 persen, termasuk dua dengan peningkatan 50 persen atau lebih: Kalimantan Utara (58%) dan Kalimantan Selatan (50%). Semua provinsi di Jawa, kecuali Jawa Tengah, mengalami penurunan jumlah dari kasus yang dilaporkan. Namun penanganan kesehatan masyarakat dan tindakan sosial yang ketat (PHSM) harus terus diterapkan di seluruh negeri," ungkapnya.

TAG TERKAIT :
Indonesia WHO Pandemi COVID-19 Kasus Covid-19 Pembatasan Ketat PPKM Level 4 Laporan WHO

Berita Lainnya