Opini

PPKM DAN KEBRUTALAN AKHLAK

Indah Pratiwi - 30/07/2021 13:00
Ditulis Oleh : Kend Subiakto

Akhirnya dengan berat hati pemerintah memperpanjang 1 mgg PPKM darurat, hasil percobaan 2 mgg menampakkan hasil walau belum signifikan. Tugas kita membantu, bukan mengganggu minimal urusi keluarga pakai prokes, tidak keluar rumah itu sudah sebuah usaha agar wabah ini bisa tertahan.

Kita tak usah kegatelan jadi epidemiologi, ahli ekonomi, ahli pengobatan, jadi dukun, kiayi kebal virus, nggak usah, semua sudah ada ahlinya, apalagi kalau cuma ngumpetin tabung oxygen dan obat-obatan, kalian itu pengkhianat kemanusiaan.

Orang-orang politik itu tutup mulut saja sementara karena kalian itu kan orang unfaedah sudah usang. Partai partai yg cari pamor menjual rumor hanya makin keliatan kotor.

Keluarga besar Cikeas dan para figurannya yg meracau tak berkualitas, menantunya sampai disumpel mulutnya oleh netizen dgn menampilkan masa lalu bapaknya yg pernah di penjara karena korupsi dana yayasan BI, dialah yg menjadi triger bagaimana Antasari dihabisi.

Celotehan murahannya ibarat orang duduk di kursi roda diatas tribun mengomentari pelari cepat sambil menggoyangkan kakinya yg bahkan diangkat sudah tak bergerak. Inilah kalau syaraf kesadaran kebaikannya sudah rusak, bahkan melihat diri dgn akhlak yg invalid saja sudah tak mampu, ini sakit yg disebabkan oleh virus yg menggrogoti akhlak dasar, sehingga outputnya sebagai manusia jadi kelihatan tak bermoral.

Coba kita lihat di tengah bangsa yg sedang berduka, ribuan jenazah antri utk dikubur, disana pula mereka seistana megahnya, sekeluarga besarnya menyemburkan kalimat-kalimat menghujat menyalahkan pemerintah, membuat framing seolah mereka pernah baik, padahal sepeniinggalannya negara ini tak baik-baik saja.

Silakanlah mau main film, mau ngeband, mau ngelukis, semua usaha itu tak ada kaitannya dgn kelakuan baik yg harusnya ditunjukkan dengan perbuatan, bukan cibiran yg seolah kalian baik, tapi faktanya menjadi pabrik kecelakaan banyak keburukan yg menjujikkan.

So, berhentilah berceloteh, taffakur berretrospeksi agar diri tak jatuh ketitik nadir sebagai manusia berguna, masih ada sisa waktu untuk itu semua.

PPKM untuk kita dan Indonesia, mari kita jalankan bersama tanpa menambah gundah dengan mulut dan kelakuan yg memuakkan.

SALAM SEHAT INDONESIA !!!

TAG TERKAIT :
PPKM PPKM Darurat

Berita Lainnya

LBP MENGGUGAT

Opini 24/09/2021 12:00