Opini

PMI Lagi Ngapain?

Indah Pratiwi - 31/07/2021 07:01
Ditulis Oleh: Iyyas Subiakto

Seperti kita ketahui penyintas covid19 bisa mendonorkan darahnya kepada pasien yg positif Covid.

PMI adalah badan yg punya otoritas membuat gerakan donor secara massif. Ada organisasinya, ada tenaganya, ada duitnya, ada ketuanya yg juga ketua DMI yaitu JK.

Gerakan donor KONVALESEN saat ini diperlukan saat orang membutuhkan ditengah serangan kematian, jangan himbauan ngumpuli 50% dana kotak amal masjid buat Palestina saja, tapi ngurus saudara yg sdg meregang nyawa lupa.

Pagi ini ada di head line Jawa Pos Bapak Nurman Saleh yg telah menjadi pendonor KONVALESEN sebanyak 7x dan akan terus berlanjut. Kenapa gerakan pak Nurman tidak di jadikan triger untuk calon pendonor lain. Kenapa tidak dibuat mekanismenya.

Mungkin sejak pasien sakit sudah di himbau bahwa manakala sembuh ada tanggung jawab menjadi donor kemanusiaan karena darahnya bisa menyelamatkan nyawa orang lain.

Ada 2,7 juta yg sembuh dari Covid dan bisa jadi penyintas dan puluhan ribu tambahan tiap harinya, andai hal ini terkoordinir pastilah bisa meringankan beban warga yg positif.

Andaipun harus di bayar bisa saja dihargai senilai harga vaksin yg harus 2x suntikan, kalau itu bisa dilakukan malah menjadi bantuan juga bagi penyintas.

Jadi kalau ada nilai dari darah yg di donorkan bisa jadi akan berlomba yg akan menjadi pendonor, kan penyintas darahnya lebih ampuh dari vaksin.

Kalau ada ide lock down dari JK dan di beri bansos Rp.1jt, kenapa dananya bukan utk penyintas, Rp. 1jt utk satu nyawa, daripada berjuta juta dana utk RS dan peti mati.

Mungkin bisa dimulai dari Cikeas jadi penyintas, tentunya dikuatkan dgn doa.

Begitu kira² pikiran kami yg pas²an ini.

Salam sehat.
Iyyas Subiakto

TAG TERKAIT :
PMI Palang Merah Indonesia

Berita Lainnya

LBP MENGGUGAT

Opini 24/09/2021 12:00