Opini

Jejak Teroris Bertopeng Agama

Indah Pratiwi - 27/09/2021 19:03
Ditulis Oleh : Rof Sin

– DI/TII.

Ibu Megawati pd Juli 2009 berkata bahwa Presiden Soekarno mengalami percobaan pembunuhan dari tingkat yg namanya baru rencana sampai eksekusi sebanyak 23 kali.Mantan ajudan Presiden Soekarno, Sudarto Danusubroto menyatakan ada 7 kali percobaan pembunuhan terhadap presiden Soekarno dan salah satunya adalah pada 30 Nov 1957, Presiden Soekarno datang keperguruan Cikini ( Percik ) tempat bersekolah putera puterinya, dlm rangka perayaan ulang tahun ke 15 Percik, granat tiba2 meledak ditengah pesta penyambutan Presiden. Sembilan orang tewas, 100 orang terluka, termasuk pengawal Presiden. Soekarno sendiri beserta putera puterinya selamat. Tiga orang pelakunya ditangkap dan mereka berasal dari kelompok DI/TII. DI/TII ( 1949-1962 ) didirikan dan dipimpin oleh SM. Kartosoewirjo, pada 7 Agustus 1949.

Kartosoewirjo mendeklarasikan Negara Islam Indonesia ( NII ). Dalam proklamasinya bahwa hukum yg berlaku dlm NII adalah hukum islam, UU yg berlandaskan syariat islam dan penolakan yg keras terhadap ideologi selain Al Qur’an dan Hadis Shahih, yg mereka sebut dgn hukum kafir. Adapun bentuk pemerintahan mereka adalah : Kekhalifahan, Darul Islam, Islamisme. Selama 13 tahun mereka bergerilya angkat senjata, pembunuhan, perampokan, yg tdk sejalan dan menentang mereka akan dibunuh, selama 13 tahun kekejaman mereka tercatat didlm sejarah, sedikit diantaranya :* Kuburan masal dikampung Sudi desa Muncang Kab.Tasikmalaya. 27 warga kampung Sudi tewas oleh serangan DI/TII pd 17 Agustus 1957.*

17 Agustus 1961 ratusan gerilyawan DI/TI menyerang desa Parentas Tasikmalaya, 51 orang tewas.* Desa Cibugel, Sumedang Jabar, antara 1949-1962 desa Cibugel mengalami tidak kurang 50 kali penggarongan dan pembakaran. Bahkan pernah dlm masa 6 bulan desa itu diserang sampai 16 kali. 1400 rumah habis terbakar akibat keganasan DI/TII.DI/TII dgn pimpinannya Kartosoewirjo hendak mendirikan negara agama, negara islam, negara khilafah dan bagi mereka demokrasi, Pancasila adalah kafir.

Selama 13 tahun mereka angkat senjata, ribuan warga yg tdk berdosa tewas ditangan mereka karena dianggap tdk sejalan dan menentang mereka.Kebengisan dan kekejaman DI/TI, korban jiwa akibat kebengisan dan kekejaman DI/TII jauh melebihi kekejaman PKI dan DI/TII ini adalah bukti jejak berdarah kekejaman hendak mendirikan negara khilafah dinegara kita dan ini adalah fakta sejarah.

– JAD.

Pada th 2014 Aman Abdurrahman memanggil sejumlah pengikutnya untuk melakukan pertemuan di LP Nusa Kambangan, diantaranya Abu Musa, Zainal, M.Fachri dan Khaerul Anwar, untuk membentuk JAD yg berafiliasi dengan ISIS. Aman menunjuk Abu Musa menjadi pemimpin atau amir, sedangkan Zaenal ditunjuk Amir/pemimpin jemaah Jawa Timur dan pada Nov 2014 Zainal mulai membentuk JAD Jatim yg memiliki kepengurusan, ketua, sekretaris, bendahara serta kehumasan. JAD ( Jamaah ansharut daulah ) adalah pecahan dari JAT ( Jamaah ansharut tauhid ) yg didirikan oleh Abu Bakar B pd 27 Juli di Solo dan menyatakan dukungan terhadap ISIS ada berapakah jumlah anggotanya ?Menurut pengamat teroris Indonesia Al Chaidar, menyatan bahwa kelompok JAD yg berafiliasi dgn ISIS tsb anggotanya diperkirakan 34 ribu orang yg tersebar diseluruh provinsi Indonesia dan semakin kuat.

Polisi mengambarkan penyebaran kelompok teroris JAD lebih masif dibanding kelompok teroris JI, hal tsb lantaran JAD membangun sistem yg terstruktur didunia maya, yaitu medsos dan sebesar 90% baiat mereka adalah secara online. JAD ini adalah kelompok teroris yg berbahaya, mereka menyebarkan virus teroris yg sangat mematikan yaitu ISIS, doktrin mereka kpd pengikutnya adalah :Jihad dan mati syahid, perjuangan yg diperintahkan Allah untuk mendirikan negara islam, negara Khilafah dan diluar kelompok mereka adalah kafir, menumpahkan darah dgn bom2 bunuh diri yg diperintahkan Allah dan jika mati akan langsung masuk surga dapatkan 72 bidadari. JAD ini adalah kelompok teroris yg berbahaya, yg melakukan bom bunuh diri dan penyerangan kpd Polisi kebanyakan adalah mereka, seperti :- Dalang bom Thamrin 2016.

– Dalang aksi Gereja Oikumene Samarinda 2016.

– Dalang bom terminal kampung melayu 2017.

– Serangan Mapolres Surakarta 2016.

– Bom Panci Bandung, 8 Juni 2018.

– Serangan Mapolda Riau 2018.

– Bom bunuh diri 3 Gereja Surabaya oleh satu keluarga, suami istri dgn 4 anaknya dan dan suami yg bernama Dita adalah ketua JAD Jawa Timur.

JAD adalah kelompok sadis yg mencita2kan Negara Indonesia menjadi negara agama, negara islam dgn syariat islam, negara Khilafah. JAD adalah bukti nyata jejak kebrutalan berdarah yg hendak mendirikan negara khilafah dinegara kita Indonesia.Meskipun pd 31 Juli 2018 PN Jaksel resmi memutuskan JAD sebagai organisasi terlarang tetapi keberadaan mereka sampai sekarang tetap eksis dgn tetap gencar merekrut anggota baru dan mereka akan terus memperjuangkan negara khilafah di Indonesia dgn menghalalkan darah.

– HTI.

Hizbut Tahrir ( HT, Indonesia HTI ) adalah kelompok yg mencita2kan negara khilafah, bagi mereka demokrasi dan Pancasila itu kafir, semuanya kafir kecuali hanya mereka yg benar, jika mereka berkuasa maka pusat pemerintahannya bukan di Indonesia.Adakah jejak berdarah mereka ? Jejak berdarah mereka bisa dilihat di Mesir, Libya dan Suriah. Mereka ikut andil dlm menghancurkan Suriah dgn terang2an mendukung kelompok pemberontak di Suriah, ribuan warga tdk berdosa mati, jutaan mengungsi. HT terus memprovokasi, mengadu domba dan memecah belah, terus menerus menyebarkan hoax ttg Presiden Suriah Bashar Al Assad. Dinegara kita HTI menggalang dana, minta sumbangan, yg dikirimkan kepemberontak Suriah.

HTI ikut andil dlm pembunuhan ribuan warga tdk berdosa di Suriah dgn mendukung pemberontak Suriah, demikian pula andil mereka di Libya, mereka bergembira dgn dibunuhnya pemimpin Libya Muammar Khadafi. Di negara kita, HTI demi didukung orang2 bodoh selalu kampanyekan kebohongan, membius dgn janji2 surga, mereka mengklaim sbg kelompok damai yg selalu berteriak solusinya adalah khilafah. HTI bukan ormas dakwah tetapi ormas politik bertopeng agama. HTI adalah kelompok pemberontak yg selalu menyerukan kudeta. Pada 2004 target HTI adalah merekrut perwira tinggi TNI dan Polri dan menjadi sasaran utama.

Pada 2014 peryataan ketua DPP HTI Rokhmat S Labib yg diberitakan diwebsite resmi mereka dan mereka terang2an meminta militer utk mengkudeta pemerintahan yg sah yg kemudian diserahkan ke HTI utk mendirikan negara khilafah.Adapun disalah satu kitab resmi mereka memberikan pedoman sbb :” Sesungguhnya berhukum dgn selain hukum2 islam adalah termasuk faktor yg mewajibkan angkat senjata kemuka hakim. Ini adalah dalil bahwa menerapkan islam adalah salah satu syarat negara islam. Kalau tidak demikian, maka wajib angkat senjata dan perang “.( Manhaj Hizb Al Tahrir Fi Al Taghyir, 6 ).Jelas sekali peryataan tsb maksudnya adalah kudeta berdarah terhadap pemerintahan yg sah karena tidak berhukum dgn hukum islam, mereka juga akan membunuh sesama muslim yg dianggap musuh karena tidak mendukung mereka.

– JI.

JI ( Jemaah Islamiyah ) adalah organisasi teroris di Asia Tenggara yg berupaya mendirikan sebuah negara islam raksasa diwilayah negara2 Indonesia, Singapura, Brunei, Malaysia, Thailand dan Filipina.JI merupakan transformasi dari pd gerakan Darul Islam ( DI ) yg bertujuan untuk mendirikan Negara Islam Indonesia ( NII ) danSekitar th 1969 Abu BB dan Abdullah S hendak kembali mengembangkan Darul Islam.Abu BB sendiri mendirikan pesantren di Jawa dgn moto ” Hidup mulia atau mati mendapat surga “, kemudian dia ditangkap oleh pemerintahan Soeharto karena dianggap berbahaya lalu beberapa tahun dijebloskan kepenjara. Setelah keluar dari penjara dia melarikan diri ke Malaysia pd th 1982, menjadi guru ngaji kemudian dia membentuk JI.

Dibawah pengaruh Al Qaeda JI mulai yakin bahwa tujuannya hanya bisa dicapai lewat” Perang suci ” dan salah satu jejak berdarah teroris JI adalah Bom Bali 1 pada 12 Okt 2002 yang menewaskan 202 orang, dll. Dan sekarang ini terjadi kebangkitan JI dinegara kita dan ini bisa kita lihat bagaimana Densus 88 banyak menangkap teroris JI. Jejak berdarah teroris bertopeng agama yg ingin mendirikan negara khilafah/agama, dari zaman dulu sampai sekarang jejak mereka penuh darah dan hanya perebutan kekuasaan bertopeng agama. Surga yg mereka janjikan, neraka yg masyarakat dapatkan.

Para teroris ini adalah sakit jiwa akut beragama, mereka penghancur kedamaian, penghancur bangsa dan negara dan jangan berbicara kemanusiaan kpd mereka karena mereka tidak pernah memilikinya. Kita tetap jaga Pancasila, kita tetap rawat Bhinneka Tunggal Ika dan masyarakat yg baik tidak boleh diam, kita bantu Densus 88 dan jika ada yg mencurigakan kita laporkan.Kita tidak boleh takut, kita terus lawan mereka.SALAM DAMAI.

Sumber : Status Facebook ROF SIN.

TAG TERKAIT :
Radikalisme Bahaya Laten Radikalisme

Berita Lainnya