Opini

JOKOWI MEMBUAT BANYAK ORANG GILA

Indah Pratiwi - 12/10/2021 20:05
Ditulis Oleh : Iyyas Subiakto
FOKUS : Jokowi

Grafik line politik Indonesia menjadi tegak lurus sejak adanya Jokowi memimpin Indonesia. Kita pernah merasakan grafik menungkik selepas Soekarno diserobot Soeharto. Orba itu merusak nyaris semua sendi, yg terparah adalah sendi kemanusiaan.


Selepas orba selama 6,5 tahun dalam masa presiden transisi ( Habibie, GUSDUR dan Megawati) kondisinya flat.


Menungkik lagi ditangan sang biduan SBY, tumbuh hanya subsidi serta meninggalkan besi tua dimana-mana.


Budaya kemapaman, menjarah dgn nyaman, berkroni bak setan, mencuri bukan kerjaan haram, Petral di langgengkan, Freport diamankan, BUMN jadi sapi perahan. Semua ini membuat kebangkrutan yg mematikan.


Indonesia bak kejatuhan bintang, Tuhan mengirimkan Jokowi untuk membenahi bangsa ini. 1,5 tahun memperbaiki Jakarta, diteruskan Ahok, dihancurkan Anis tanpa rasa bersalah. Seolah dgn sengaja dia mengobrak abrik kondisi yg sudah apik.


Jokowi bekerja tanpa suara, ditengah gempuran kelakuan manusia pemalak, ditengah hiruk pikuk caci mati dan pengkhianat yg ada dalam lipatan pemerintahan, bahkan wapres dan panglimanya pernah menikamnya walau selepas tidak menjabat, tapi itu tetap ukuran pengkhianat.


Bak punya indra keenam dan intuisi Jokowi membawa transformasi, perubahan luar biasa untuk Indonesia. Diamencoba merangkul semua potensi SDM yg dianggap mumpuni, yg tak bisa ya terpaksa di ganti.


Rizal Ramli, Refly Harun, Said Didu, Sudirman Said, dan Anis adalah orang² yg pernah di coba Jokowi untuk bekerja, ternyata tak bisa. Dan hal itu terbukti setelah tidak di jajaran pelaksana mereka menjelma bak orang gila, meracau menyerang kebijakan Jokowi, kesetanan cari panggung, dan tanpa rasa malu bak orang gila ngomongannya songong.


Sepanjang sejarah Indonesia, selain Jokowi sendiri yg begitu piawai memainkan peran sebagai dirijen orkestra untuk kemajuan Indonesia. Para menteri yg ada adalah orang pilihan berintegritas tinggi penuh prestasi.


Sri Mulyani, Retno Marsudi, Basuki Hadi Mulyo, Ahok, dan lainnya kalau diumpamakan tim sepakbola kelas mereka adalah Barcelona. Gesit memainkan bola, dan tau dimana gawangnya, kapan goal harus dilakukan.


Tidak seperti tim yg berkerumun di tengah lapangan, melakukan banyak off side dan bola keluar lapangan, selesai pertandingan merekapun lupa bhw mereka pemain bola bukan sepak takraw.


Orang bijak mengatakan selama dunia ada, bahwa kebaikan akan bersanding dgn keburukan.


Pendukung Jokowi adalah pemenang 55%, sudah pasti didalamnya dihuni oleh orang yg sepemahaman ttg kebaikan dan ingin kemajuan Indonesia. Walau tidak 100%, tapi kita bukan yg 45% yg diisi oleh manusia pemarah dan ikut²an, mengaku benar dgn pikiran nanar. Makanya kelakuannya liar.


Kita jangan turun kelas meladeni jenis manusia unfaedah ini. Kalaupun mau inseng godain saja dgn santai karena ucapannya toh gak ngaruh bagi orang waras seperti kita.


Mari fokus mempertahankan kondisi Indonesia yg telah berhasil melandaikan Corona walau masih bersisa. Kita bangkit ditengah keterpurukan dunia dan diakui. Ini berkat Jokowi dan kita sebagai pendukungnya.


Mari meneruskan kebaikan agar Indonesia tak diporak porandakan lagi oleh setan dan sedang merasuki orang gila yg keleleran di jalanan politik Indonesia.


Kasian mereka, tapi itulah pilihan.
SELAMAT PAGI INDONESIA

TAG TERKAIT :
Jokowi Penghina Jokowi Jokowi Orang Baik Jokowi Orang Hebat Jokowi Presiden Ku Jokowi Orang Jujur Pembenci Jokowi Jokowi Orang Tegas

Berita Lainnya