Opini

Saat Anies Menyia-nyiakan Waktu

Indah Pratiwi - 13/10/2021 20:13
Ditulis Oleh : Ely Yanto

Waktu adalah uang, pemeo ini menggambarkan bahwa seyogyanya kita mempergunakan waktu untuk menghasilkan sesuatu yg positif , jangan menghamburkan waktu untuk hal yang tidak manfaat, tidak produktif apalagi yang mubazir. Karena waktu tidak ada yg berjalan mundur, dan mengulang kembali yang telah lalu. Maka pergunakan waktu untuk belajar segala hal yang bermanfaat untuk kehidupan. Kesalahan dalam mempergunakan waktu sering berakibat fatal dalam kehidupan.

Bahkan bagi manusia yang telah berkecukupan dalam harta, yang merasa hartanya bisa untuk hidup tujuh turunan bisa juga bangkrut dan habis jika tidak pandai dalam mengelola. Waktu itu adalah kesempatan bagi setiap manusia untuk menunjukkan effort , upaya dan kemauan sesuai bidangnya. Guru, akan menggunakan waktu untuk mendidik siswa agar pandai mampu menganalisa masalah dan menemukan solusi. Ustadz akan mengajari santrinya agar mengenal Tuhan menjadi manusia yg baik, sholeh dan bermanfaat bagi sesama dan alam semesta.

Begitu juga jika jadi pejabat publik, tentu punya kewajiban untuk memajukan wilayah dan daerah nya sesuai kapasitas. Mensejahterakan masyarakat yang dipimpinnya dan mempermudah segala urusan yang berkaitan kepentingan umum, maka kinerja kepala daerah pasti akan menjadi sorotan dan perbincangan publik. Begitupun bagi seorang AB yg hampir 4 tahun memimpin daerah khusus ibukota ( DKI) Jakarta, walaupun hampir menghabiskan masa jabatannya selama 5 tahun, ibu kota negara itu seperti berjalan ditempat bahkan terkesan makin amburadul. Bahkan yang parah dalam pengelolaan manajemen keuangan yang berujung interpelasi, meskipun tidak berhasil dan gagal. Jelas sekali AB tidak memiliki effort, untuk menata dan memperbaiki kekurangan yang ada di DKI.

Bahkan apa yg telah dirintis gubernur sebelumnya Ahok, dalam transparansi manajemen keuangan daerah justru ditinggalkan, keluhan warga melalui Aplikasi Qlue juga dihilangkan. Hal hal yg telah baik dan bermanfaat bagi warga dng adanya PPSU pun sekarang nyaris hilang dlm kegiatannya ( banyak nongkrong ). Setelah semua itu, tahun 2022 AB pensiun. Menyadari kalo namanya bakal tenggelam jika tidak punya kedudukan, tanpa rasa risih dan malu AB menawarkan diri siap membereskan semua masalah jika diberikan tambahan waktu. Tambahan waktu…..????.

Itulah kesia siaan. Lima tahun saja, waktu yang sia sia tanpa mampu menghasilkan kinerja yang bisa dikagumi sebagai peninggalan seorang gubernur. Anggaran ratusan triliun menguap begitu saja tanpa legacy yang bisa di kenang dari seorang AB. Kecuali, masyarakat akan mengenangnya sebagai gubernur yg tak mampu membangun sesuatu yg bertahan untuk jangka panjang. Apa yang dikerjakan hanya bersifat bongkar pasang dan menghamburkan anggaran. Ketidak mampuan itu jika mau ditambah waktu seberapa lamapun tidak akan menghasilkan apa-apa, kecuali kesia siaan belaka. Bagaimana mungkin orang yang telah berterus terang, bawa banyak masalah yang ditinggalkan dan kini minta penambahan waktu agar bisa memperbaiki, ingin mengelola sekop yang lebih besar, negara….. hancur dan rusak.

Setelah menyadari banyak masalah di DKI dan tidak mampu membawa kebaikan untuk wilayah yang dikelola, ya sebaiknya introspeksi. Saran saya….. mending kembali ke kampus jadi dosen lebih bermartabat. Karena Abas lebih cocok mengelola satu dua kelas mahasiswa daripada kepala daerah. Dan yg pasti, saya tidak ingin Indonesia juga di sia siakan oleh Anies Baswedan seperti DKI. Yang sabar ya Nies…

Sumber : Status Facebook Ely Yanto

TAG TERKAIT :
Anies Baswedan Gubernur terbodoh Anies Gubernur Terbodoh Anies Gubernur Pembohong Gubernur Pembohong Anies Gubernur

Berita Lainnya