Kriminal

Tertipu Tawaran Pekerajaan, Mahasiswa Diperalat Bandar Sabu Ditangkap BNN Bali

Aisyah Isyana - 13/10/2021 19:34

Beritacenter.COM - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali mengamankan seorang mahasiswa bernama Medi Sanjaya alias Kimo (21) terkait narkoba. Mahasiswa semester akhir di salah satu perguruan tinggi di Lampung ini dibekuk petugas lantaran kedapatan membawa narkoba jenis sabu seberat 1 kg.

"Barang bukti yang diamankan adalah 10 buah plastik klip berisi kristal bening narkotika berupa metamfetamina (sabu) dengan berat keseluruhan 1.000,15 gram bruto atau berat 990,05 gram neto," kata Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Bali I Putu Agus Arjaya, Rabu (13/10/2021).

Baca juga :

Pengamanan terhadap Medi bermula saat pemuda ini pergi ke Bali untuk mencari pekerjaan. Medi yang ditawarkan pekerjaan, akhirnya pergi dengan tiket yang ditanggung oleh seseorang. Petugas menyebut Medi telah ditipu dan dimanfaatkan untuk mengedarkan sabu.

"Jadi motifnya kemarin ke Bali adalah mencari pekerjaan. (Sebenarnya) masih kuliah, ada yang menawarkan pekerjaan, tapi tiketnya (ke Bali) semua ditanggung. Nah, seperti itu tipu muslihat dari bandar-bandar tersebut merekrut pengedar-pengedarnya," terang Arjaya.

Pengamanan terhadap Medi dilakukan petugas BNNP Bali sekira pukul 13.00 WITA, Rabu (6/10). BNNP Bali berhasil mengungkap kasus ini setelah mendapat informasi soal adanya transaksi narkotika di wilayah Renon, Denpasar.

Petugas yang melakukan penyelidikan di laangan, mendapati seorang laki-laki yang sesuai dengan ciri-ciri yang dikantongi petugas. Begitu dia itu keluar dari sebuah homestay, petugas langsung mengamankan mahasiswa itu di parkiran.

Begitu diamankan, petugas juga menggiring Medi ke kamar yang disewanya. Saat digeledah lebih lanjut, petugas mendapati barang bukti sabu dalam kamar tersebut.

"Pada saat ditanyai oleh petugas, Medi Sanjaya alias Kimo mengakui barang narkotika berupa metamfetamina (sabu), timbangan digital warna hitam, dan bendel plastik klip kosong yang ditemukan petugas tersebut adalah milik seseorang yang tidak dikenal," jelas Arjaya.

Kepada petugas, Medi mengaku kerap berkomunikasi dengan pemilik barang haram itu yang disebutnya dengan panggilan Ayah. Guna proses penyelidikan lebih lanjut, Medi digelandang petugas ke kantor BNNP Bali. Barang bukti 1 kg sabu beserta 3 buah timbangan digital, 1 buah ponsel warna hitam, dan 1 buah kartu ATM, turut diamankan petugas.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, Media terancam dijerat Pasal 114 Ayat (2) atau Pasal 112 Ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dia terancam minimal 6 tahun penjara dan maksimal hukuman mati.

TAG TERKAIT :
Kasus Narkoba Sabu Kurir Sabu Berita Kriminal Indonesia BNNP Bali

Berita Lainnya