Kriminal

Bareskrim Tangkap 10 DPO Penipuan Jemaah Umroh Hingga Pelaku Perdagangan Orang

Aisyah Isyana - 15/10/2021 01:28

Beritacenter.COM - Sebanyak 10 orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) terkait kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) hingga penipuan ribuan calon jemaah umroh, diamankan personel Dittipidum Bareskrim Polri. Para pelaku disebut telah melakukan penipuan sejak 2011 hingga 2020.

"Tiga tersangka terlibat kasus TPPO, 1 tersangka terlibat kasus penipuan calon jemaah umroh yang menjadi atensi publik dengan korban berjumlah 2.705 orang, 1 tersangka terlibat kasus penipuan dengan kerugian sekitar Rp 208 miliar dengan banyak korban, dan 5 tersangka lainnya terlibat kasus penipuan atau penggelapan atau pemalsuan surat," ujar Dirtipidum Bareskrim Brigjen Andi Rian Djajadi melalui keterangan tertulis, Kamis (14/10/2021).

Andi menyebut para pelaku ditangkap dalam rentang September hingga Oktober 2021. Dia juga membeberkan identitas para tersangka dan tempat dan waktu mereka ditangkap.

Pertama, pelaku Mahzum Nasser yang terjerat tindak pidana perdagangan orang, ditangkap di Bojong Kulu, Gunung Putri, Bogor pada 16 September 2021. Kedua, Dadang Firdaus yang diduga sebagai pelaku penipuan, penggelapan, dan pemalsuan, ditangkap di rumahnya di Kota Jambi pada 28 September 2021.

"Ketiga, Ph Levishone tindak pidana penggelapan dan pemalsuan surat sesuai Laporan Polisi LP/ 913/IX/2016/BRK tanggal 6 September 2016, ditangkap di rumah tersangka di Kota Jambi pada tanggal 29 September 2021," tutur Andi.

Kemudian tersangka lainnya atas nama Boy Ridhanto, Surono, Andianto Setiadi, Hj Tati, Hj Yunan, hingga M Akbarudin, ditangkap di berbagai tempat, di Cianjur, Jawa Barat, hingga di kantor Dittipidum Bareskrim sendiri.

Terakhir, tersangka IR Burhanuddin yang merupakan buron kasus dugaan penipuan PT Wika Beton Tbk dan Sinar Indahjaya Kencana, ditangkap polisi beberapa waktu lalu.

"Tersangka IR Burhanuddin, yang merupakan buron Dittipidum Bareskrim dalam kasus penipuan, penggelapan, dan pemalsuan yang menimbulkan kerugian sebesar Rp 233 M," katanya.

TAG TERKAIT :
Bareskrim Polri Penipuan DPO Berita Kriminal Indonesia TPPO

Berita Lainnya