Teknologi

Mantap ! PT Ajinomoto Manfaatkan Drone untuk Penyemprotan Pupuk

Baharuddin Kamal - 19/10/2021 19:47
Drone.

Beritacenter.COM - PT Ajinomoto Indonesia menghasilkan produk samping berupa pupuk Ajinomoto Foliar Fertilizer atau Ajifol. Produk samping tersebut dihasilkan dari bahan baku utama produksi MSG, yang menggunakan tetes tebu melalui proses fermentasi.

Factory Manager sekaligus Direktur PT Ajinomoto Indonesia, Yudho Koesbandryo, mengatakan sejalan dengan Ajinomoto Share Value (ASV), perusahaan mulai melakukan pengolahan produk samping yang mengacu pada eco activity dan bio cycle, yang dapat diolah menjadi produk bernilai jual. Salah satunya, pupuk Ajifol yang telah dilengkapi dengan izin edar dari Kementerian Pertanian (Kementan).

"Pupuk tersebut mampu meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit, sehingga dapat mengurangi pemakaian pestisida dan lebih ramah terhadap lingkungan,” ujar Yudho dalam keterangan pers, Selasa (19/10/2021).

Menurut Yudho, sebagai salah satu cara efektif dan efisien terhadap penggunaan air, sumber daya manusia, dan penghematan biaya guna mendukung budidaya pertanian berkelanjutan, perusahaan baru-baru ini melakukan inovasi penyemprotan Ajifol dengan menggunakan teknologi drone.

"Memanfaatkan teknologi tersebut, perusahaan membantu beberapa komunitas petani padi, jagung, dan tebu yang berada di daerah Jawa Timur, yaitu Mojokerto, Madiun dan Malang, dengan mengenalkan Ajifol yang dapat membantu menjaga pertumbuhan tanaman," imbuhnya.

Yudho menambahkan penggunaan teknologi drone akan memberikan dampak lingkungan yang positif serta dapat menghemat biaya sekaligus menyokong budidaya pertanian berkelanjutan di Indonesia. Sebagai gambaran berdasarkan hasil uji coba yang telah dilakukan pada September lalu, untuk tanaman padi, jagung dan tebu mendapatkan respon yang cukup baik dari para petani.

Pengaplikasian teknologi drone sangat efisien dan hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit per hektare dengan jumlah air berkisar 16 liter per hektare, sedangkan jika pengaplikasiannya secara manual, membutuhkan waktu sekitar setengah hari hingga 1 hari dengan jumlah air sekitar 200 liter per hektare.

"Untuk beberapa tanaman seperti jagung dan tebu, pengaplikasian manual akan sulit dilakukan saat tanaman sudah tinggi, sekitar 1,5 meter ke atas, sedangkan dengan menggunakan teknologi drone, kendala tersebut tentu dapat teratasi,” tutup Yudho.

TAG TERKAIT :
Teknologi Berita Center Drone Pupuk PT Ajinomoto

Berita Lainnya