Opini

Jangan Sedih, Pak Jokowi

Indah Pratiwi - 13/11/2021 11:25
Ditulis Oleh: Biakto

Menapaki Pucak karir politiknya 7 tahun yll saat pertama kali resmi menjadi presiden RI, dia tanpa canggung dan ragu membuat gebrakan menaikkan harga BBM yg menabrak pakem presiden sebelumnya dimana citranya di jaga sampai menarik subsidi BBM ratusan triliun tak berani dilakukannya, dan nun jauh disana di Papua rakyatnya membayar harga BBM 10 x lipat dari harga di Jawa.


Saat itu saya merasakan bahwa otot akhlak pak Jokowi penuh otot kebaikan dan orang seperti inilah yg selalu dilindungi Tuhan, hati hambaNya yg penuh keadilan.

Ia terus menebar gratifikasi kepada rakyatnya dalam bentuk apa saja yg dibutuhkan.

Papua sekarang sudah jadi Indonesia, yg sebelumnya hanya sebutan saja.

Seiring berjalannya waktu, ditengah hujan dan badai hujatan serta cacian orang² yg belum siuman dari kekalahan, inilah efek kalau hitungan KPU belum selesai ada yg sujud duluan, sehingga mengembalikan kesadarannya agak keteteran, bahkan sudah di kasi jabatan dia gak bisa membedakan antar tanggung jawab dan canggung menjawab.

Membiarkan tangan kanannya terus mencerca pemimpin bangsanya dan dia menutup telinga dan matanya, namun dalam hatinya tertawa misi main dua kaki yg dia jalani seolah berhasil mengelabui Jokowi.

Dia lupa Jokowi bukan manusia lalat yg cara pikirnya pernah sesat, Jokowi adalah pemilik naluri dan insting yg prima sehingga dia tau kapan akan bersikap dgn sigap.

Keterbelahan suara rakyat yg di design melalui politik identitas dan di bentuk opini pro dan kontra ulama, Islam non Islam, membawa ekses yg sangat buruk, sampai begitu dalamnya kebencian mereka kepada Jokowi, 7 tahun sakitnya tak kunjung sembuh, malah hatinya makin melepuh.

Mahatma Gandhi mengatakan : Memendam kebencian itu ibarat air keras di simpan di dalam bejana. Sebelum disiramkan ia akan merusak wadahnya.

Saat ini kita sedang melihat kerusakan wadah itu, kerusakannya membutakan mata hatinya, tanpa sadar mereka telah turut membenci negerinya, hilang rasa meiliki, sirna rasa kebangsaan, hanya karena berawal dari kekalahan pilihannya.

Bergulat dalam pembangunan siang malam, memikirkan bagaimana Marwah negeri bekas inlander ini membangun harga dirinya tanpa banyak bicara, mottonya yg biasa saja, kerja kerja, ternyata membawa ruh perubahan nyata utk Indonesia.

Namun kebencian dari 45% yg tidak memilihnya walau menerima kenyamanan dimana mana dari hasil pembangunan didepan mata, bahkan mata kakinya yg menapaki ribuan jalan tol baru tanpa malu. Mereka tetap konsisten memaki sekaligus menikmati.

Sebuah kemunafikan tidak akan dirasakan bahwa perbuatan itu memalukan dan mengahacurkan.

Jokowi adalah hadiah terindah dari Tuhan untuk Indonesia. Dia pembaca anatomi kebangsaan yg pernah ada, dia merasakan denyut nadi seluruh sudut negerinya yg membutuhkan apa.

Kepuasan rakyat atas hasil kerjanya yg mencapai 68-71% adalah refleksi dari kenyataan, angka diatas angka kemenangan yg diraih saat pilpres pada posisi 55%. Sehingga kenaikan 13-16% adalah pergeseran kebaikan.

Maka terbukti orang² yg terbutakan mata hatinya, mulai tersembuhkan.

Itulah effek perbuatan baik, selain baik untuk negerinya, sekaligus menyembuhkan orang yg selama ini menerima hasutan politik picisan. Walau tidak semua min sudah ada yg sadar atas kepongahan yg membuat tolol cara pikirnya.

Ungkapan Jokowi atas kesedihannya melihat bangsa yg tidak tau diri dan terus mencaci kondisi negerinya yg sedang berprestasi adalah amunisi buat oposisi. Bahwa cara mereka berkampanye membentuk prilaku konsituen dgn kebohongan dan hasutan telah menimbulkan kebodohan sampai sebuah kamajuanpun mereka sulit merasakan karena batang otakmya beku dibalut kebencian yg ditanamkan.

Inilah yg dikatakan Jokowi menyedihkan.

Saat acara KTT G20 dan perubahan iklim di Glasgow, Jokowi adalah bintang harapan yg diharapkan berperan menata dunia. Role model pemimpin modern dunia kata PM Australia.

Presiden Joe Biden sampai 1 jam bertukar pikiran, dan banyak lagi yg antri ingin mendengar tausiah Jokowi ttg dunia kedepan. Sebuah pencapaian yg membanggakan.

Apa yg di sampaikan Jokowi adalah ujaran keprihatinan yg dipesankan kepada para oposisi, bahwa kemenangan dalam sebuah kekuasaan bisa menghancurkan kalau hanya utk sebuah kepuasan, Jakarta adalah contoh nyata. Bagaimana saat Anis menang mereka berkumpul di rumah PS tertawa dgn pongah, jumawa, sekarang Jakarta jadi neraka dunia. Apa mau Indonesia di buat sama. Tanyalah kepada Kiki Saputri.

Jangan bersedih pak Jokowi, engkau telah membanggakan 70% rakyat Indonesia, anggap saja yg 30% kufur nikmat. Sehingga bapak tidak mikir berat² amat.

Saat menanam padi, rumput pasti ikut tumbuh. Saat berbuat kebaikan, keburukan juga datang bersama. Karena kebaikan dan keburukan terus bersanding di dunia. Tapi kami tau memilahnya, karena Bapak adalah tauladan dan panutan kebaikan yg luar biasa.

Doa kami Bapak selalu sehat memimpin Indonesia karena Bapak juga dibutuhkan dunia.

Terima kasih Pak Jokowi.

TAG TERKAIT :
Jokowi Penghina Jokowi Jokowi Orang Baik Jokowi Orang Hebat Jokowi Presiden Ku Jokowi Orang Jujur Pembenci Jokowi

Berita Lainnya

Social Toxic

Opini 13/01/2022 14:30