Teknologi

Rudal Anti-Satelit Disorot, Ini Respon Rusia Usai Dituding Bahayakan Kru Stasiun Luar Angkasa

Aisyah Isyana - 16/11/2021 19:55

Beritacenter.COM - Amerika Serikat (AS) menyebut uji coba anti-satelit yang dilakukan Rusia dinilai telah membahayakan astronaut yang ada di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Menanggapi hal itu, Badan Antariksa Rusia memastikan bahwa keselamatan kru ISS menjadi prioritas utama pihaknya.

Otoritas AS sebelumnya, mencekam pihak Rusia yang disebut melakukan aksi ujicoba rudal yang 'berbahaya dan tidak bertanggung jawab', saat melakukan penghancuran terhadap salah satu satelit mereka di luar angkasa, seperti dilansir AFP, Selasa (16/11/2021).

Adanya uji coba rudal Rusia itu berimbas pada sekumpulan puing di luar angkasa yang membuat para kru ISS mengambil upaya tindakan pencegahan.

Adanya tudingan AS itu mendapat respon Rusia melalui Badan Antariksa mereka, Rocosmos, Selasa (16/11) waktu setempat. Roscosmos sendiri tak menyangkal adanya uji coba rudal yang dilakukan, namum mereka memastikan bahwa keselamatan kru ISS menjadi prioritas.

"Bagi kami, prioritas utama adalah telah dan tetap memastikan keselamatan tanpa syarat para kru," jelas Roscosmos dalam komentar pertama mereka.

Roscosmos menyebut sistem peringatan otomatis untuk situasi berbahaya terus berlanjut guna memantau situasi, demi mencegah dan menangkal segala potensi ancaman demi keselamatan para kru di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Sementara itu, para pejabat AS menegaskan jika mereka tak mendapat pemberitahuan awal terkait uji coba rudal yang dilakukan Rusia. Dimana uji coba rudal itu mengahasilkan lebih dari 1.500 puing orbit yang bisa dilacak.

Badan Antariksa AS, (NASA), sebelumnya menyebut sebanyak tujuh kru ISS yang terdiri dari 4 astronaut AS, satu astronaut Jerman, dan dau kosmonaut Rusia, terpaksa dibangunkan dari tidur, untuk kemudian berlindung di kapsul pesawat luar angkasa selama 2 jam pasca uji coba rudal Rusia, sebagai langkah pencegahan untuk pelarian cepat jika memang diperlukan.

Spesialis NASA menetapkan aman bagi para kru untuk kembali ke bagian dalam ISS, usai lintasan ketiga, dimana laboratorium penelitian yang mengorbit 402 kilometer dari permukaan Bumi dan melewati atau berada di dekat kumpulan puing-puiing itu setiap 90 menit.

Sementara itu, perusahaan analisis industri luar angkasa, Seradata, menyebut target dari rudal anti-satelit Rusia itu adalah Cosmos 1408 yang merupakan satelit sinyal intelijen Soviet sejak tahun 1982, yang sudah tak berfungsi selama beberapa dekade.

Adanya uji coba rudal anti-satelit Rusia itu turut membangkitkan kekhawatiran terkait adanya perlombaan senjata luar angkasa yang kian berkembang. Dimana perkembangan itu mencakup berbagai hal mulai dari pengembangan satelit yang dapat mendorong satelit lain dari orbit, hingga senjata laser di luar angkasa.

TAG TERKAIT :
Nasa Rusia Amerika Serikat ISS Luar angkasa Antariksa Roscosmos Rudal Anti-Satelit

Berita Lainnya