Opini

Mengejar Utang Rp 3,79 T Harta Cendana

Indah Pratiwi - 17/11/2021 13:00
Ditulis Oleh : Karto Bugel

Tiga anak dari mantan Presiden Soeharto kini menjadi target. Sudah saatnya, itulah makna dapat kita tangkap atas nekad dan berani dari rezim saat ini.Kementerian Keuangan kita dengar terus berupaya menagih utang dari para obligor penerima Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Utang ketiga anak-anak Soeharto yakni Siti Hardiyanti Rukmana, Tommy dan Bambang Tri konon mencapai angka fantastis Rp 3,79 triliun.

Bila penagihan pada 3 sosok ini oleh banyak pihak dianggap sebagai bukti bahwa pemerintahan Jokowi luar biasa nekad, sepertinya itu adalah kalimat berlebihan. Salah adalah salah. Tak ada wajah harus berubah hanya karena menempel pada sosok tertentu. Tak ada kata kompensasi hanya karena mereka adalah orang-orang penting apalagi kuat. Negara tak boleh kalah. Wajib hukumnya bagi pemerintah melakukan penagihan tersebut.

Namun bila fakta berbicara bahwa hanya pada pemerintahan Jokowi saja perkara ini mampu diusut hingga tuntas sampai pada tindakan eksekusi, itu tak dapat disangkal dan apresiasi pantas kita berikan. Dua puluh tahun sudah itu berlalu dengan banyak Presiden pernah berkuasa namun perkara itu tak pernah selesai. Itu juga menunjukkan bahwa pemerintahan Jokowi tak lagi terintimidasi oleh faktor luar yang kita tahu amat sangat kuat. Kita tahu bahwa lengan guritanya telah demikian dalam masuk pada wilayah yang tak mudah ditelisik.

Bahwa mereka benar amat sangat kuat, itu terbukti dengan baru pada tahun ke 7 nya Jokowi bertindak. Pasti ada alasan kuat kenapa harus seperti itu. Kenapa bukan hal luar biasa, karena bila yang berhutang adalah rakyat biasa, cerita istimewa seperti itu tak mungkin terjadi. Tak usah bicara jutaan apalagi triliunan rupiah seperti 3 debitur itu yang bisa santai hingga 20 tahun lebih sejak perkara itu muncul, cukup ratusan ribu rupiah saja hutang rakyat kecil sering berakhir dengan mengenaskan.

Hukum hingga saat ini memang terasa masih cenderung berpihak pada mereka yang kuat dan kenyang. Dan itu PR besar yang mungkin tak akan pernah selesai. Puluhan perkara besar seperti Lapindo sebagai salah satu contoh misalnya, itu seharusnya adalah tamparan bagi negara dan rakyat sebagai jelata korban yang menanti keadilan, hingga kini masih menanti. Apakah dengan penagihan 3 orang super kuat ini dapat menjadi titik pijak pemerintah untuk lebih menghargai hukum adalah hukum atau justru akan kembali mundur manakala mulai digoyang oleh demo besar yang konon akan digelar dalam waktu tak lama lagi, seharusnya tidak. Sia-sia rakyat yang secara militan berdiri di belakang Presiden tanpa kenal lelah bila negara harus tunduk lagi pada tekanan. Ini memang sudah saatnya. Vox populi vox Dei, konon itulah makna suara rakyat sebagai suara Tuhan dalam konsep Demokrasi yang harus selalu negara jaga demi berpihak pada rakyat sekaligus pada kebenaran…RAHAYU.

Sumber : Status Facebook Karto Bugel

TAG TERKAIT :
Keluarga Cendana Cendana

Berita Lainnya

Social Toxic

Opini 13/01/2022 14:30